
Dalam putusan penting yang dikeluarkan pada malam 15 November, seorang hakim federal AS membatalkan kenaikan biaya pengajuan yang tajam yang diberlakukan oleh US Citizenship and Immigration Services (USCIS) pada petisi investor imigran EB-5 pada April 2024. Pengadilan menyatakan bahwa USCIS melewatkan studi biaya wajib yang diatur dalam EB-5 Reform and Integrity Act, sehingga kenaikan biaya tersebut dianggap tidak sah. Efektif segera, biaya petisi investor I-526E turun dari USD 11.160 menjadi USD 3.675, dan biaya penghapusan kondisi I-829 turun dari USD 9.525 menjadi USD 3.750.
Bagi individu kaya dari India—yang sudah menjadi kewarganegaraan terbesar kedua dalam program EB-5—ini berarti penghematan sekitar ₹6 lakh per investor. Beberapa penasihat kekayaan yang berbasis di Mumbai memperkirakan lebih dari 2.000 keluarga India mengajukan petisi setelah April 2024 dan kini mungkin memenuhi syarat untuk pengembalian dana melalui gugatan class-action yang akan datang seperti yang disebutkan dalam putusan tersebut.
Konteks: Permintaan dari India melonjak setelah kategori “reserved” EB-5 untuk proyek pedesaan, pengangguran tinggi, dan infrastruktur dibuka pada Maret 2025, menawarkan pemrosesan prioritas dan kuota visa di luar pool unreserved yang sudah penuh. Namun, kenaikan biaya sebesar 250 persen secara tiba-tiba membuat minat menurun, mendorong banyak keluarga beralih ke Portugal Golden Visa atau Residence Investor Premium baru di UAE.
Analisis hukum: Pengadilan memutuskan bahwa USCIS melanggar Administrative Procedure Act karena gagal melakukan analisis pemulihan biaya yang diwajibkan oleh Kongres. Meskipun agensi dapat mengulang studi dan mengusulkan biaya baru, para praktisi memperkirakan proses ini bisa memakan waktu 12–18 bulan. Sementara itu, pusat regional memperkirakan masuknya modal India, terutama ke proyek real estat pedesaan di AS yang kini terlihat lebih terjangkau.
Tindakan untuk tim mobilitas dan talenta global:
• Beri tahu eksekutif yang sedang menjajaki ekspansi pasar AS bahwa jalur EB-5 kini 60 persen lebih murah dalam semalam.
• Percepat dokumentasi sumber dana untuk karyawan atau pendiri yang mengincar alokasi FY 2026; visa unreserved untuk India sudah penuh peminat.
• Pantau kemungkinan retrogradasi: lonjakan pengajuan dari India bisa memaksa Departemen Luar Negeri menetapkan tanggal cut-off dalam Visa Bulletin secepatnya pertengahan 2026.
Kesimpulan: Putusan ini menghidupkan kembali daya tarik EB-5 bagi pengusaha India yang mencari pijakan permanen di Amerika Serikat dan berpotensi mengubah aliran investasi-migrasi global dalam setahun ke depan.
Bagi individu kaya dari India—yang sudah menjadi kewarganegaraan terbesar kedua dalam program EB-5—ini berarti penghematan sekitar ₹6 lakh per investor. Beberapa penasihat kekayaan yang berbasis di Mumbai memperkirakan lebih dari 2.000 keluarga India mengajukan petisi setelah April 2024 dan kini mungkin memenuhi syarat untuk pengembalian dana melalui gugatan class-action yang akan datang seperti yang disebutkan dalam putusan tersebut.
Konteks: Permintaan dari India melonjak setelah kategori “reserved” EB-5 untuk proyek pedesaan, pengangguran tinggi, dan infrastruktur dibuka pada Maret 2025, menawarkan pemrosesan prioritas dan kuota visa di luar pool unreserved yang sudah penuh. Namun, kenaikan biaya sebesar 250 persen secara tiba-tiba membuat minat menurun, mendorong banyak keluarga beralih ke Portugal Golden Visa atau Residence Investor Premium baru di UAE.
Analisis hukum: Pengadilan memutuskan bahwa USCIS melanggar Administrative Procedure Act karena gagal melakukan analisis pemulihan biaya yang diwajibkan oleh Kongres. Meskipun agensi dapat mengulang studi dan mengusulkan biaya baru, para praktisi memperkirakan proses ini bisa memakan waktu 12–18 bulan. Sementara itu, pusat regional memperkirakan masuknya modal India, terutama ke proyek real estat pedesaan di AS yang kini terlihat lebih terjangkau.
Tindakan untuk tim mobilitas dan talenta global:
• Beri tahu eksekutif yang sedang menjajaki ekspansi pasar AS bahwa jalur EB-5 kini 60 persen lebih murah dalam semalam.
• Percepat dokumentasi sumber dana untuk karyawan atau pendiri yang mengincar alokasi FY 2026; visa unreserved untuk India sudah penuh peminat.
• Pantau kemungkinan retrogradasi: lonjakan pengajuan dari India bisa memaksa Departemen Luar Negeri menetapkan tanggal cut-off dalam Visa Bulletin secepatnya pertengahan 2026.
Kesimpulan: Putusan ini menghidupkan kembali daya tarik EB-5 bagi pengusaha India yang mencari pijakan permanen di Amerika Serikat dan berpotensi mengubah aliran investasi-migrasi global dalam setahun ke depan.
Sumber: The Times of India
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Aturan Visa yang Lebih Longgar di Luar Negeri Picu Lonjakan 40% Wisatawan India ke Luar Negeri
Buletin Visa AS Desember 2025 Beri Kabar Baik Langka untuk Pemohon EB-1, EB-2, dan EB-3 dari India