
Serikat Pekerja United Workers Union (UWU) telah mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa petugas keamanan yang bekerja di MSS Security di Bandara Canberra akan melakukan pemogokan bergilir dari tanggal 20 hingga 23 Desember, dengan pemogokan paling besar selama 24 jam dijadwalkan pada Selasa, 23 Desember. Pengumuman pada 18 Desember ini menyusul kegagalan negosiasi upah, di mana para petugas keamanan menuntut kesetaraan gaji dengan rekan mereka di Sydney.
Meskipun Bandara Canberra hanya menangani 3 persen dari lalu lintas penumpang Australia, bandara ini merupakan koridor penting pemerintah federal dan titik utama untuk rute penerbangan regional fly-in-fly-out. Para pelancong bisnis dan staf parlemen kemungkinan akan menghadapi antrean panjang di pemeriksaan keamanan dan potensi kehilangan koneksi penerbangan. Bandara telah mengimbau penumpang untuk menyediakan waktu tunggu yang “jauh lebih lama” dan memantau pembaruan SMS dari maskapai.
Bagi tim mobilitas, waktu pemogokan ini sangat tidak menguntungkan karena bertepatan dengan salah satu minggu perjalanan domestik tersibuk dalam setahun. Perusahaan yang memindahkan staf antara Canberra dan ibu kota negara bagian untuk rapat dewan akhir tahun sebaiknya mempertimbangkan opsi rapat jarak jauh atau mengarahkan perjalanan melalui Sydney dengan perjalanan darat penghubung jika sangat penting.
UWU menyatakan aksi mogok dapat dibatalkan jika MSS Security meningkatkan tawarannya. Namun, mengingat masa pemberitahuan aksi yang dilindungi, kesepakatan mendadak pun tetap akan meninggalkan kekurangan staf dalam perencanaan jadwal kerja. Perusahaan yang mengandalkan pengiriman kargo udara tanpa pendamping melalui Canberra juga harus mengantisipasi keterlambatan pemeriksaan sesuai aturan Known Consignor Australia.
Perselisihan ini mencerminkan tren tekanan upah yang lebih luas di sektor keamanan penerbangan Australia. Tuntutan kenaikan gaji serupa diperkirakan akan muncul di Adelaide dan Perth pada awal 2026, yang mengindikasikan bahwa manajer mobilitas perlu mempersiapkan kemungkinan gangguan pemeriksaan secara sporadis hingga tahun baru.
Meskipun Bandara Canberra hanya menangani 3 persen dari lalu lintas penumpang Australia, bandara ini merupakan koridor penting pemerintah federal dan titik utama untuk rute penerbangan regional fly-in-fly-out. Para pelancong bisnis dan staf parlemen kemungkinan akan menghadapi antrean panjang di pemeriksaan keamanan dan potensi kehilangan koneksi penerbangan. Bandara telah mengimbau penumpang untuk menyediakan waktu tunggu yang “jauh lebih lama” dan memantau pembaruan SMS dari maskapai.
Bagi tim mobilitas, waktu pemogokan ini sangat tidak menguntungkan karena bertepatan dengan salah satu minggu perjalanan domestik tersibuk dalam setahun. Perusahaan yang memindahkan staf antara Canberra dan ibu kota negara bagian untuk rapat dewan akhir tahun sebaiknya mempertimbangkan opsi rapat jarak jauh atau mengarahkan perjalanan melalui Sydney dengan perjalanan darat penghubung jika sangat penting.
UWU menyatakan aksi mogok dapat dibatalkan jika MSS Security meningkatkan tawarannya. Namun, mengingat masa pemberitahuan aksi yang dilindungi, kesepakatan mendadak pun tetap akan meninggalkan kekurangan staf dalam perencanaan jadwal kerja. Perusahaan yang mengandalkan pengiriman kargo udara tanpa pendamping melalui Canberra juga harus mengantisipasi keterlambatan pemeriksaan sesuai aturan Known Consignor Australia.
Perselisihan ini mencerminkan tren tekanan upah yang lebih luas di sektor keamanan penerbangan Australia. Tuntutan kenaikan gaji serupa diperkirakan akan muncul di Adelaide dan Perth pada awal 2026, yang mengindikasikan bahwa manajer mobilitas perlu mempersiapkan kemungkinan gangguan pemeriksaan secara sporadis hingga tahun baru.