
Kedutaan Besar AS di New Delhi dan enam konsulat AS di seluruh India menangguhkan layanan visa dan paspor rutin dari 24 hingga 26 Desember 2025, menyusul perintah eksekutif Presiden Trump yang menutup lembaga federal pada hari-hari sebelum dan sesudah Natal.
Penutupan selama tiga hari ini, ditambah akhir pekan 27-28 Desember, menciptakan jeda lima hari tanpa jadwal janji temu. Ribuan pemohon—terutama pemegang visa H-1B dan F-1 yang berharap mulai bekerja atau kuliah Januari—harus menjadwal ulang melalui sistem online kedutaan. Layanan darurat untuk warga AS tetap tersedia.
Petugas konsuler memperingatkan bahwa antrean akan berlanjut hingga awal 2026, karena Desember adalah musim puncak permintaan perjalanan bisnis dan keluarga ke AS. Pemohon dengan kebutuhan mendesak (persetujuan petisi yang hampir habis masa berlakunya, tanggal perjalanan yang tidak bisa ditunda) disarankan menggunakan fitur “permintaan janji temu dipercepat” dan menyiapkan dokumen tambahan untuk membuktikan urgensi.
Perusahaan yang memindahkan staf dari India sebaiknya mengantisipasi penundaan tanggal mulai kerja dan mempertimbangkan kerja jarak jauh sementara dari India agar proyek tetap berjalan sesuai jadwal. Konsultan imigrasi juga menyarankan untuk memantau saluran Twitter dan WhatsApp kedutaan, yang biasanya mengumumkan slot tambahan pada hari yang sama saat petugas kembali bertugas.
Meski penutupan selama liburan adalah hal biasa, manajer mobilitas mencatat bahwa penutupan federal bersamaan dan aturan upah H-1B yang lebih ketat bisa memperparah kekurangan staf pada kuartal pertama 2026.
Penutupan selama tiga hari ini, ditambah akhir pekan 27-28 Desember, menciptakan jeda lima hari tanpa jadwal janji temu. Ribuan pemohon—terutama pemegang visa H-1B dan F-1 yang berharap mulai bekerja atau kuliah Januari—harus menjadwal ulang melalui sistem online kedutaan. Layanan darurat untuk warga AS tetap tersedia.
Petugas konsuler memperingatkan bahwa antrean akan berlanjut hingga awal 2026, karena Desember adalah musim puncak permintaan perjalanan bisnis dan keluarga ke AS. Pemohon dengan kebutuhan mendesak (persetujuan petisi yang hampir habis masa berlakunya, tanggal perjalanan yang tidak bisa ditunda) disarankan menggunakan fitur “permintaan janji temu dipercepat” dan menyiapkan dokumen tambahan untuk membuktikan urgensi.
Perusahaan yang memindahkan staf dari India sebaiknya mengantisipasi penundaan tanggal mulai kerja dan mempertimbangkan kerja jarak jauh sementara dari India agar proyek tetap berjalan sesuai jadwal. Konsultan imigrasi juga menyarankan untuk memantau saluran Twitter dan WhatsApp kedutaan, yang biasanya mengumumkan slot tambahan pada hari yang sama saat petugas kembali bertugas.
Meski penutupan selama liburan adalah hal biasa, manajer mobilitas mencatat bahwa penutupan federal bersamaan dan aturan upah H-1B yang lebih ketat bisa memperparah kekurangan staf pada kuartal pertama 2026.
Sumber: The Times of India