
Para pelancong dan pebisnis asal India mendapat kabar gembira di Tahun Baru setelah Thailand dan Malaysia secara resmi memperpanjang program bebas visa mereka pada 1 Januari 2026. Kabinet Bangkok menyetujui perpanjangan masa bebas visa 30 hari tanpa biaya bagi pemegang paspor India hingga 31 Desember 2026, sementara Kuala Lumpur mengaktifkan kembali jendela bebas visa 30 hari yang sebelumnya berakhir pada 31 Desember.
Otoritas Pariwisata Thailand memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan kedatangan wisatawan India melebihi rekor 70.800 pada 2018, mengingat India kini masuk dalam lima pasar sumber utama negara tersebut. Maskapai penerbangan sudah mengumumkan penambahan frekuensi penerbangan Bangalore–Phuket dan Mumbai–Krabi untuk memenuhi permintaan selama perayaan Holi dan liburan musim panas sekolah.
Malaysia, yang pertama kali menguji coba bebas visa untuk warga India pada Januari 2025, menyatakan perpanjangan ini berkat lonjakan kedatangan sebesar 45 persen dan peningkatan pengeluaran rata-rata wisatawan. Namun, pelancong tetap diwajibkan mengisi Kartu Kedatangan Digital Malaysia (MDAC) tiga hari sebelum keberangkatan. Kegagalan mengisi MDAC berakibat denda saat kedatangan, sehingga manajer perjalanan disarankan memasukkan pengingat MDAC dalam proses persetujuan perjalanan.
Vietnam belum menghapus visa, tetapi mempercepat proses e-visa multiple-entry 90 hari menjadi kurang dari 24 jam dan menyatakan pembicaraan penuh mengenai bebas visa dengan India “sedang dipertimbangkan.” Pencarian destinasi Da Nang dan Phu Quoc di Google India melonjak 200 persen saat berita ini diumumkan.
Mengapa ini penting: Perusahaan India kini bisa mengatur konferensi regional dan perjalanan insentif dengan waktu persiapan dan biaya lebih rendah. UKM yang mengekspor ke ASEAN dapat menjadwalkan pertemuan mendadak tanpa harus repot mengurus slot janji di pusat VFS. Namun, pelancong tetap harus memantau aturan masuk—pelanggaran masa tinggal di Thailand berpotensi denda besar, dan Malaysia memberlakukan sanksi ketat bagi yang tidak melengkapi pengisian MDAC.
Otoritas Pariwisata Thailand memperkirakan kebijakan ini akan meningkatkan kedatangan wisatawan India melebihi rekor 70.800 pada 2018, mengingat India kini masuk dalam lima pasar sumber utama negara tersebut. Maskapai penerbangan sudah mengumumkan penambahan frekuensi penerbangan Bangalore–Phuket dan Mumbai–Krabi untuk memenuhi permintaan selama perayaan Holi dan liburan musim panas sekolah.
Malaysia, yang pertama kali menguji coba bebas visa untuk warga India pada Januari 2025, menyatakan perpanjangan ini berkat lonjakan kedatangan sebesar 45 persen dan peningkatan pengeluaran rata-rata wisatawan. Namun, pelancong tetap diwajibkan mengisi Kartu Kedatangan Digital Malaysia (MDAC) tiga hari sebelum keberangkatan. Kegagalan mengisi MDAC berakibat denda saat kedatangan, sehingga manajer perjalanan disarankan memasukkan pengingat MDAC dalam proses persetujuan perjalanan.
Vietnam belum menghapus visa, tetapi mempercepat proses e-visa multiple-entry 90 hari menjadi kurang dari 24 jam dan menyatakan pembicaraan penuh mengenai bebas visa dengan India “sedang dipertimbangkan.” Pencarian destinasi Da Nang dan Phu Quoc di Google India melonjak 200 persen saat berita ini diumumkan.
Mengapa ini penting: Perusahaan India kini bisa mengatur konferensi regional dan perjalanan insentif dengan waktu persiapan dan biaya lebih rendah. UKM yang mengekspor ke ASEAN dapat menjadwalkan pertemuan mendadak tanpa harus repot mengurus slot janji di pusat VFS. Namun, pelancong tetap harus memantau aturan masuk—pelanggaran masa tinggal di Thailand berpotensi denda besar, dan Malaysia memberlakukan sanksi ketat bagi yang tidak melengkapi pengisian MDAC.
Sumber: Kitto News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Assam akan deportasi warga asing dalam tujuh hari setelah putusan tribunal, kata Ketua Menteri
Amazon izinkan karyawan di India yang terhambat oleh antrean visa AS untuk bekerja dari jarak jauh hingga Maret