
Para pelancong Italia menghadapi aksi mogok kerja pertama tahun 2026 karena karyawan perusahaan layanan darat utama dan beberapa maskapai berbiaya rendah berencana mogok pada hari Jumat, 9 Januari. Menurut portal industri TheFlightClub, anggota Assohandlers akan melakukan mogok selama empat jam dari pukul 13:00 hingga 17:00, yang akan memengaruhi layanan di hampir semua bandara besar Italia, termasuk Roma Fiumicino, Milan Malpensa, Milan Linate, Bologna, dan Turin.
Secara bersamaan, staf Swissport Italia di Milan-Linate akan mogok selama 24 jam, sementara kru Airport Handling di Linate dan Malpensa serta kru kabin easyJet akan berhenti bekerja selama periode yang sama. Karyawan Vueling akan melakukan mogok selama delapan jam dari pukul 10:00 hingga 18:00. Otoritas penerbangan sipil Italia, ENAC, telah menetapkan waktu operasional yang dilindungi (07:00-10:00 dan 18:00-21:00) di mana penerbangan harus tetap berjalan, namun maskapai sudah mulai memangkas jadwal secara antisipatif.
Dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan oleh pelancong bisnis pada penerbangan domestik pengumpan yang menghubungkan penerbangan jarak jauh dari Roma dan Milan. Manajer mobilitas disarankan untuk mengingatkan para pelancong agar menyiapkan waktu tambahan setidaknya empat jam untuk kemungkinan keterlambatan atau mempertimbangkan alternatif kereta api di koridor Milan–Roma. Operasi kargo juga mungkin terdampak karena layanan di landasan melambat.
Berdasarkan Regulasi UE 261/2004, penumpang yang penerbangannya dibatalkan secara mendadak berhak mendapatkan pengalihan rute atau pengembalian dana, namun tidak berhak atas kompensasi jika maskapai dapat membuktikan gangguan tersebut disebabkan oleh ‘keadaan luar biasa’. Namun, beberapa maskapai secara historis memberikan voucher sebagai bentuk menjaga hubungan baik.
Pemberitahuan mogok kerja lebih lanjut bisa muncul jika negosiasi nasional yang sedang berlangsung mengenai gaji dan jumlah staf tidak mencapai kemajuan. Perusahaan dengan volume perjalanan intra-UE ke Italia yang tinggi pada kuartal pertama 2026 disarankan untuk meninjau rencana darurat, termasuk jendela pemesanan ulang dan protokol pelacakan pelancong.
Secara bersamaan, staf Swissport Italia di Milan-Linate akan mogok selama 24 jam, sementara kru Airport Handling di Linate dan Malpensa serta kru kabin easyJet akan berhenti bekerja selama periode yang sama. Karyawan Vueling akan melakukan mogok selama delapan jam dari pukul 10:00 hingga 18:00. Otoritas penerbangan sipil Italia, ENAC, telah menetapkan waktu operasional yang dilindungi (07:00-10:00 dan 18:00-21:00) di mana penerbangan harus tetap berjalan, namun maskapai sudah mulai memangkas jadwal secara antisipatif.
Dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan oleh pelancong bisnis pada penerbangan domestik pengumpan yang menghubungkan penerbangan jarak jauh dari Roma dan Milan. Manajer mobilitas disarankan untuk mengingatkan para pelancong agar menyiapkan waktu tambahan setidaknya empat jam untuk kemungkinan keterlambatan atau mempertimbangkan alternatif kereta api di koridor Milan–Roma. Operasi kargo juga mungkin terdampak karena layanan di landasan melambat.
Berdasarkan Regulasi UE 261/2004, penumpang yang penerbangannya dibatalkan secara mendadak berhak mendapatkan pengalihan rute atau pengembalian dana, namun tidak berhak atas kompensasi jika maskapai dapat membuktikan gangguan tersebut disebabkan oleh ‘keadaan luar biasa’. Namun, beberapa maskapai secara historis memberikan voucher sebagai bentuk menjaga hubungan baik.
Pemberitahuan mogok kerja lebih lanjut bisa muncul jika negosiasi nasional yang sedang berlangsung mengenai gaji dan jumlah staf tidak mencapai kemajuan. Perusahaan dengan volume perjalanan intra-UE ke Italia yang tinggi pada kuartal pertama 2026 disarankan untuk meninjau rencana darurat, termasuk jendela pemesanan ulang dan protokol pelacakan pelancong.
Sumber: TheFlightClub