Filipina Buka Bebas Visa 14 Hari untuk Pengunjung dari Tiongkok
Kamboja Umumkan Program Percobaan Bebas Visa Empat Bulan untuk Wisatawan Tiongkok
Pusat Visa Tionghoa Medan, Indonesia Tutup pada 16 Januari untuk Libur Nasional
Berita Terbaru
Filipina Berikan Bebas Visa 14 Hari untuk Warga Negara Tiongkok Mulai 16 Januari
Mulai 16 Januari 2026, warga Tiongkok dapat masuk ke Filipina tanpa visa untuk kunjungan wisata atau bisnis selama maksimal 14 hari. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok dan mempermudah perjalanan bisnis jangka pendek, namun masa tinggal tidak dapat diperpanjang atau diubah ke jenis visa lain. Perusahaan mendapatkan fleksibilitas lebih, namun para pelancong harus merencanakan dengan cermat agar terhindar dari sanksi.
Regulator UE Uji Terbang COMAC C919, Buka Jalan bagi Jet China Masuk ke Langit Eropa
Uji terbang COMAC C919 oleh EASA pada 15 Januari menjadi langkah penting menuju sertifikasi pesawat China ini di Eropa. Persetujuan tersebut akan memungkinkan jet buatan China beroperasi dengan maskapai Eropa, memperketat persaingan pasar dan memperluas jejak industri dirgantara China. Perusahaan multinasional harus bersiap menghadapi masa depan di mana C919 melayani rute dalam Eropa maupun antara Eropa dan China.
Juneyao Air Meluncurkan Layanan Langsung Pertama Shanghai–Tawau, Menghubungkan China dengan Pusat Menyelam Malaysia
Juneyao Air yang berbasis di Shanghai meluncurkan penerbangan langsung pertama dari China ke Tawau pada 15 Januari, memperluas akses ke lokasi menyelam terbaik di Malaysia sekaligus memangkas waktu perjalanan bagi wisatawan dan penumpang bisnis. Rute ini memanfaatkan kebijakan bebas visa baru Malaysia untuk warga China dan berpotensi mendorong arus kargo khusus serta investasi pariwisata di Sabah.
Penerbangan Sipil China Catat Rekor 5,37 Juta Penerbangan pada 2025, Tanda Fase Baru Pertumbuhan Normalisasi
Data VariFlight yang dipublikasikan pada 15 Januari menunjukkan maskapai penerbangan Tiongkok mengoperasikan rekor 5,37 juta penerbangan pada tahun 2025, menandakan sektor ini telah melewati ketidakstabilan akibat pandemi dan memasuki fase pertumbuhan yang stabil. Peningkatan frekuensi penerbangan memperkuat fleksibilitas perjalanan bisnis dan dapat meredam inflasi tarif, namun perusahaan disarankan untuk meninjau kembali kesepakatan dengan maskapai guna memanfaatkan diskon baru.