
Kedutaan Besar Filipina di Abu Dhabi telah mengeluarkan peringatan publik kepada para ekspatriat Filipina – dan secara lebih luas kepada pasar keluar UAE – bahwa Georgia kini mewajibkan semua pengunjung membawa asuransi kesehatan dan kecelakaan. Peraturan ini, yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026, menetapkan cakupan minimum sebesar 30.000 GEL (sekitar AED 41.000) dan berlaku bagi wisatawan yang datang melalui rezim bebas visa Georgia yang relatif longgar.
Menurut aturan ini, para pelancong harus menunjukkan sertifikat asuransi fisik atau digital dalam bahasa Inggris atau Georgia saat pemeriksaan di perbatasan, yang mencantumkan nama pemegang polis, cakupan wilayah yang mencakup Georgia, tanggal mulai dan berakhir yang sesuai dengan masa tinggal, serta risiko yang diasuransikan. Pemberitahuan dari kedutaan menegaskan bahwa maskapai penerbangan dapat menolak keberangkatan di Dubai jika dokumen tidak dapat ditunjukkan, dan otoritas Georgia akan menolak masuk atau mengenakan denda kepada penumpang yang tidak mematuhi aturan.
Georgia telah menjadi salah satu destinasi liburan jarak pendek paling populer bagi warga UAE berkat penerbangan sepanjang tahun dari Dubai, Sharjah, dan Abu Dhabi serta sistem e-visa/bebas visa yang mudah bagi banyak kewarganegaraan. Paket olahraga musim dingin dan liburan akhir pekan ke Tbilisi dan Batumi membuat ribuan penduduk UAE transit melalui DXB dan SHJ setiap bulan. Namun, mandat asuransi baru ini menambah dimensi kepatuhan bagi tim HR yang mengelola perjalanan insentif atau penugasan proyek singkat di republik Kaukasus tersebut.
Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan para pelancong bisnis membeli polis melalui perusahaan asuransi global yang sudah familiar dengan ketentuan cakupan minimum ala Schengen. Polis yang disertakan dengan kartu kredit utama seringkali tidak memenuhi ambang batas 30.000 GEL atau mengecualikan olahraga musim dingin, yang menjadi daya tarik umum bagi ekspatriat yang berbasis di Ras Al Khaimah yang menuju resor ski Gudauri. Para pemberi kerja disarankan untuk mengaudit program risiko perjalanan yang ada dan memastikan staf – terutama yang sering terbang dan memesan sendiri – diberi tahu tentang perubahan ini.
Pengecualian diplomatik berlaku bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, serta staf misi yang terakreditasi. Pengemudi komersial yang mengoperasikan rute pengangkutan internasional juga dikecualikan. Upaya proaktif kedutaan ini mencerminkan tren yang lebih luas: negara tujuan memperketat persyaratan asuransi dan solvabilitas untuk mengurangi biaya perawatan pengunjung yang tidak diasuransikan – sebuah perkembangan yang harus dipantau dengan cermat oleh manajer mobilitas di berbagai pasar.
Menurut aturan ini, para pelancong harus menunjukkan sertifikat asuransi fisik atau digital dalam bahasa Inggris atau Georgia saat pemeriksaan di perbatasan, yang mencantumkan nama pemegang polis, cakupan wilayah yang mencakup Georgia, tanggal mulai dan berakhir yang sesuai dengan masa tinggal, serta risiko yang diasuransikan. Pemberitahuan dari kedutaan menegaskan bahwa maskapai penerbangan dapat menolak keberangkatan di Dubai jika dokumen tidak dapat ditunjukkan, dan otoritas Georgia akan menolak masuk atau mengenakan denda kepada penumpang yang tidak mematuhi aturan.
Georgia telah menjadi salah satu destinasi liburan jarak pendek paling populer bagi warga UAE berkat penerbangan sepanjang tahun dari Dubai, Sharjah, dan Abu Dhabi serta sistem e-visa/bebas visa yang mudah bagi banyak kewarganegaraan. Paket olahraga musim dingin dan liburan akhir pekan ke Tbilisi dan Batumi membuat ribuan penduduk UAE transit melalui DXB dan SHJ setiap bulan. Namun, mandat asuransi baru ini menambah dimensi kepatuhan bagi tim HR yang mengelola perjalanan insentif atau penugasan proyek singkat di republik Kaukasus tersebut.
Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan para pelancong bisnis membeli polis melalui perusahaan asuransi global yang sudah familiar dengan ketentuan cakupan minimum ala Schengen. Polis yang disertakan dengan kartu kredit utama seringkali tidak memenuhi ambang batas 30.000 GEL atau mengecualikan olahraga musim dingin, yang menjadi daya tarik umum bagi ekspatriat yang berbasis di Ras Al Khaimah yang menuju resor ski Gudauri. Para pemberi kerja disarankan untuk mengaudit program risiko perjalanan yang ada dan memastikan staf – terutama yang sering terbang dan memesan sendiri – diberi tahu tentang perubahan ini.
Pengecualian diplomatik berlaku bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, serta staf misi yang terakreditasi. Pengemudi komersial yang mengoperasikan rute pengangkutan internasional juga dikecualikan. Upaya proaktif kedutaan ini mencerminkan tren yang lebih luas: negara tujuan memperketat persyaratan asuransi dan solvabilitas untuk mengurangi biaya perawatan pengunjung yang tidak diasuransikan – sebuah perkembangan yang harus dipantau dengan cermat oleh manajer mobilitas di berbagai pasar.
Sumber: Gulf News