
Departemen Pertanian, Perikanan & Konservasi Hong Kong (AFCD) mengungkapkan pada 8 Februari bahwa petugas bea cukai telah menyita 23 kiriman anggrek selundupan antara 1 Januari hingga 1 Februari, menjelang musim puncak pemberian hadiah Tahun Baru Imlek.
Petugas spesialis spesies terancam punah, Jenny Lau, mengatakan penyitaan tersebut—terutama hibrida Phalaenopsis dan Cymbidium dengan nilai sekitar HK$1,2 juta—dilakukan di terminal kargo bandara, pos pemeriksaan perbatasan darat, dan depot paket kilat. Semua jenis anggrek dilindungi oleh peraturan lokal yang mengimplementasikan CITES, dan impor memerlukan izin yang sudah diterbitkan sebelumnya.
AFCD kini akan menambah jumlah inspeksi di Stasiun Karantina Tanaman bandara, Lo Wu, Lok Ma Chau, dan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao, sementara Departemen Bea Cukai akan membagikan pamflet dwibahasa yang memperingatkan para pelancong bahwa membawa tanaman anggrek tanpa deklarasi dapat berujung denda hingga HK$10.000 dan hukuman penjara enam bulan.
Bagi perusahaan yang memindahkan staf ke Hong Kong selama periode liburan, tindakan tegas ini menjadi pengingat bahwa hadiah yang tampak biasa saja bisa menyebabkan keterlambatan di bea cukai. Spesialis relokasi disarankan untuk memeriksa inventaris kargo udara, mengingatkan karyawan agar tidak membawa tanaman hidup dalam bagasi tanpa pendamping, serta berkoordinasi lebih awal dengan agen pengiriman untuk mengurus dokumen CITES saat mengimpor flora hias untuk acara kantor atau apartemen layanan.
Penegakan yang diperketat ini juga menunjukkan niat pemerintah untuk menjaga waktu proses pemeriksaan perbatasan tetap efisien meski jumlah pengunjung meningkat; petugas menyebutkan jalur deklarasi elektronik yang diperkenalkan tahun lalu telah memangkas waktu inspeksi rata-rata hingga setengahnya, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kargo berisiko tinggi.
Petugas spesialis spesies terancam punah, Jenny Lau, mengatakan penyitaan tersebut—terutama hibrida Phalaenopsis dan Cymbidium dengan nilai sekitar HK$1,2 juta—dilakukan di terminal kargo bandara, pos pemeriksaan perbatasan darat, dan depot paket kilat. Semua jenis anggrek dilindungi oleh peraturan lokal yang mengimplementasikan CITES, dan impor memerlukan izin yang sudah diterbitkan sebelumnya.
AFCD kini akan menambah jumlah inspeksi di Stasiun Karantina Tanaman bandara, Lo Wu, Lok Ma Chau, dan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao, sementara Departemen Bea Cukai akan membagikan pamflet dwibahasa yang memperingatkan para pelancong bahwa membawa tanaman anggrek tanpa deklarasi dapat berujung denda hingga HK$10.000 dan hukuman penjara enam bulan.
Bagi perusahaan yang memindahkan staf ke Hong Kong selama periode liburan, tindakan tegas ini menjadi pengingat bahwa hadiah yang tampak biasa saja bisa menyebabkan keterlambatan di bea cukai. Spesialis relokasi disarankan untuk memeriksa inventaris kargo udara, mengingatkan karyawan agar tidak membawa tanaman hidup dalam bagasi tanpa pendamping, serta berkoordinasi lebih awal dengan agen pengiriman untuk mengurus dokumen CITES saat mengimpor flora hias untuk acara kantor atau apartemen layanan.
Penegakan yang diperketat ini juga menunjukkan niat pemerintah untuk menjaga waktu proses pemeriksaan perbatasan tetap efisien meski jumlah pengunjung meningkat; petugas menyebutkan jalur deklarasi elektronik yang diperkenalkan tahun lalu telah memangkas waktu inspeksi rata-rata hingga setengahnya, sehingga mereka bisa lebih fokus pada kargo berisiko tinggi.
Sumber: South China Morning Post
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Tiket kereta cepat dari Hong Kong ke 14 kota baru di daratan habis terjual beberapa hari sebelum liburan panjang
Kota-kota di Greater Bay Area Hadirkan Atraksi Imlek untuk Mengalirkan Arus Pengunjung 'Utara-Selatan'