
Dengan Basel, Jenewa, dan Zurich yang sudah menguji Sistem Masuk/Keluar (EES) baru Uni Eropa, bandara internasional kecil di Swiss – Lugano, Dübendorf, dan Bern-Belp – kini memasuki tahap persiapan akhir. Menurut Kantor Federal Bea Cukai dan Keamanan Perbatasan (FOCBS), pendaftaran digital untuk pelancong non-Uni Eropa akan diaktifkan di ketiga bandara tersebut “pada akhir Maret 2026,” menggantikan cap paspor manual dengan pemindaian biometrik. EES secara otomatis menghitung durasi izin tinggal bagi pemegang visa bebas dan visa kunjungan singkat serta mencatat setiap kali melewati perbatasan. Bagi pelancong bisnis, sistem ini akan menghilangkan ketidakpastian terkait aturan Schengen 90/180 hari dan membuat pelanggaran masa tinggal langsung terlihat oleh pihak berwenang. Sistem ini juga merekam gambar wajah dan sidik jari saat masuk pertama kali, memudahkan polisi Swiss mengidentifikasi orang tanpa dokumen. FOCBS memperingatkan bahwa masa transisi ini bisa menyebabkan antrean lebih panjang, terutama di bandara yang banyak penumpang wisata seperti Lugano, dan menyarankan maskapai untuk mengingatkan penumpang agar datang lebih awal. Perusahaan yang mengirim teknisi dan staf proyek ke Swiss sebaiknya memperhitungkan kemungkinan keterlambatan selama fase peluncuran awal dan memastikan paspor pelancong memiliki minimal dua halaman kosong untuk cap sementara yang digunakan hingga 9 April 2026, saat cap kertas sepenuhnya dihentikan. Dalam jangka panjang, jejak digital yang dibuat oleh EES akan terhubung dengan ETIAS, sistem otorisasi perjalanan Uni Eropa yang diperkirakan mulai beroperasi pada 2026/27, sehingga pelanggaran masa tinggal di Swiss bisa otomatis memblokir akses pelancong ke negara Schengen lainnya. Tim mobilitas sebaiknya meninjau dashboard internal yang memantau hari tinggal di wilayah Schengen dan memberikan edukasi kepada pelancong tentang prosedur biometrik baru ini.
Sumber: Ticinonline (via ATS wire)