
Bandara Internasional Larnaca, pintu gerbang tersibuk di Siprus, mengalami salah satu hari paling kacau pada 3 Maret 2026 setelah Hermes Airports mengonfirmasi pembatalan 26 penerbangan kedatangan dan 25 penerbangan keberangkatan antara pukul 07:00 hingga tengah malam. Layanan ke Israel, Teluk, dan beberapa pusat Eropa dibatalkan secara mendadak karena maskapai merespons penutupan atau pembatasan ruang udara tetangga akibat aktivitas drone dan rudal di Mediterania Timur semalam. Para pelancong bisnis yang transit melalui Siprus harus mencari alternatif melalui Athena, Istanbul, dan Kairo, sementara hotel-hotel di sekitar Larnaca penuh dengan penumpang yang terdampar.
Meski sebagian besar pembatalan terjadi pada rute Timur Tengah, jalur Eropa juga terdampak. Penerbangan ke Frankfurt, London, dan Wina termasuk yang dibatalkan setelah maskapai seperti Lufthansa, British Airways, dan Austrian Airlines melakukan penilaian risiko mendadak. Hermes Airports menyarankan penumpang untuk memeriksa status penerbangan sebelum berangkat dan menambah staf guna membantu proses pemesanan ulang. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan lonjakan 300% dalam perubahan jadwal bagi eksekutif yang menuju Siprus dalam 24 jam terakhir.
Gangguan ini menyoroti kerentanan Siprus sebagai titik transit antara Eropa dan Levant. Dengan ruang udara Israel, Lebanon, dan Teluk yang kerap ditutup sementara, maskapai menghadapi rute memutar panjang atau penghentian layanan total. Hal ini tidak hanya merugikan sektor pariwisata pulau yang menyumbang sekitar 14% PDB, tetapi juga mempersulit logistik rantai pasok bagi perusahaan yang mengandalkan rotasi tenaga kerja ‘terbang masuk-terbang keluar’.
Analis penerbangan memperingatkan bahwa aktivitas drone lebih lanjut di dekat RAF Akrotiri bisa memicu gelombang pembatalan baru. Bagi manajer mobilitas global, pesannya jelas: siapkan rencana cadangan perjalanan, hindari area Pangkalan Inggris, dan pantau NOTAM secara real-time. Perusahaan dengan karyawan di Siprus disarankan meninjau penyedia evakuasi darurat dan memastikan dokumen imigrasi tetap berlaku jika staf harus keluar melalui hub UE alternatif secara mendadak.
Meski sebagian besar pembatalan terjadi pada rute Timur Tengah, jalur Eropa juga terdampak. Penerbangan ke Frankfurt, London, dan Wina termasuk yang dibatalkan setelah maskapai seperti Lufthansa, British Airways, dan Austrian Airlines melakukan penilaian risiko mendadak. Hermes Airports menyarankan penumpang untuk memeriksa status penerbangan sebelum berangkat dan menambah staf guna membantu proses pemesanan ulang. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan lonjakan 300% dalam perubahan jadwal bagi eksekutif yang menuju Siprus dalam 24 jam terakhir.
Gangguan ini menyoroti kerentanan Siprus sebagai titik transit antara Eropa dan Levant. Dengan ruang udara Israel, Lebanon, dan Teluk yang kerap ditutup sementara, maskapai menghadapi rute memutar panjang atau penghentian layanan total. Hal ini tidak hanya merugikan sektor pariwisata pulau yang menyumbang sekitar 14% PDB, tetapi juga mempersulit logistik rantai pasok bagi perusahaan yang mengandalkan rotasi tenaga kerja ‘terbang masuk-terbang keluar’.
Analis penerbangan memperingatkan bahwa aktivitas drone lebih lanjut di dekat RAF Akrotiri bisa memicu gelombang pembatalan baru. Bagi manajer mobilitas global, pesannya jelas: siapkan rencana cadangan perjalanan, hindari area Pangkalan Inggris, dan pantau NOTAM secara real-time. Perusahaan dengan karyawan di Siprus disarankan meninjau penyedia evakuasi darurat dan memastikan dokumen imigrasi tetap berlaku jika staf harus keluar melalui hub UE alternatif secara mendadak.
Sumber: SigmaLive English