
Warga Brasil yang membutuhkan visa Portugal—baik itu visa Schengen jangka pendek untuk konferensi di Lisbon maupun izin tinggal jangka panjang untuk penugasan antar perusahaan di Porto—segera harus hadir secara langsung. Kementerian Luar Negeri Portugal mengonfirmasi pada 6 Maret bahwa negara tersebut akan menutup jalur pengajuan visa melalui pos yang selama ini menangani sekitar 40% dari 105.000 permohonan visa Brasil pada tahun 2025. Mulai 17 April 2026, semua permohonan harus diajukan di salah satu dari sembilan pusat VFS Global atau di kedutaan besar atau konsulat Portugal di Brasil.
Portugal awalnya memperkenalkan pengajuan melalui pos selama pandemi untuk menghindari antrean, namun pejabat kini menyatakan bahwa dokumen yang tidak lengkap dan penipuan telah merusak sistem ini. Staf konsuler melaporkan bahwa lebih dari 30% berkas yang dikirim lewat pos tiba dengan laporan bank yang hilang atau formulir yang tidak ditandatangani, sehingga memperpanjang waktu proses. Pengajuan langsung memungkinkan verifikasi dokumen asli di tempat, pengambilan sidik jari, dan koreksi kesalahan dokumen secara langsung.
Bagi perusahaan, perubahan aturan ini bukan sekadar formalitas. Konsultan imigrasi memperkirakan seorang insinyur perangkat lunak di Manaus harus mengeluarkan biaya tiket pesawat sekitar R$1.800 dan mengambil cuti dua hari hanya untuk mencapai pusat visa terdekat di Brasília. Waktu tunggu untuk janji temu di São Paulo sudah mencapai enam hingga delapan minggu, yang berpotensi menunda tanggal mulai kerja bagi pekerja yang ditugaskan dan mahasiswa yang memulai semester musim gugur di Eropa.
Portugal kini menyelaraskan kebijakannya dengan anggota Schengen lainnya seperti Spanyol dan Italia, yang tidak pernah menerima pengajuan lewat pos. Para pengamat memperkirakan konsulat lain yang menangani volume permohonan Brasil tinggi—seperti Prancis dan Jerman—akan memantau data pengurangan penipuan ini dengan seksama dan mungkin akan meniru langkah ini jika hasilnya positif.
Secara praktis, warga Brasil yang memiliki kewarganegaraan Uni Eropa atau yang merencanakan perjalanan singkat wisata atau bisnis di bawah aturan bebas visa 90 hari dalam 180 hari tidak akan terpengaruh. Namun, bagi yang lain, disarankan untuk segera mengamankan janji temu begitu merencanakan perjalanan, membayar biaya secara online, dan membawa dokumen asli beserta salinannya agar tidak sia-sia.
Perusahaan yang memutar staf ke Portugal untuk tugas dukungan teknis menyarankan agar menambahkan setidaknya tiga minggu ekstra dalam jadwal mobilisasi pada kuartal kedua. Beberapa perusahaan menggabungkan beberapa pemohon dalam satu slot janji temu dan mengganti biaya perjalanan domestik sebagai bagian dari biaya operasional di pusat near-shoring dengan pertumbuhan tercepat di Eropa ini.
Portugal awalnya memperkenalkan pengajuan melalui pos selama pandemi untuk menghindari antrean, namun pejabat kini menyatakan bahwa dokumen yang tidak lengkap dan penipuan telah merusak sistem ini. Staf konsuler melaporkan bahwa lebih dari 30% berkas yang dikirim lewat pos tiba dengan laporan bank yang hilang atau formulir yang tidak ditandatangani, sehingga memperpanjang waktu proses. Pengajuan langsung memungkinkan verifikasi dokumen asli di tempat, pengambilan sidik jari, dan koreksi kesalahan dokumen secara langsung.
Bagi perusahaan, perubahan aturan ini bukan sekadar formalitas. Konsultan imigrasi memperkirakan seorang insinyur perangkat lunak di Manaus harus mengeluarkan biaya tiket pesawat sekitar R$1.800 dan mengambil cuti dua hari hanya untuk mencapai pusat visa terdekat di Brasília. Waktu tunggu untuk janji temu di São Paulo sudah mencapai enam hingga delapan minggu, yang berpotensi menunda tanggal mulai kerja bagi pekerja yang ditugaskan dan mahasiswa yang memulai semester musim gugur di Eropa.
Portugal kini menyelaraskan kebijakannya dengan anggota Schengen lainnya seperti Spanyol dan Italia, yang tidak pernah menerima pengajuan lewat pos. Para pengamat memperkirakan konsulat lain yang menangani volume permohonan Brasil tinggi—seperti Prancis dan Jerman—akan memantau data pengurangan penipuan ini dengan seksama dan mungkin akan meniru langkah ini jika hasilnya positif.
Secara praktis, warga Brasil yang memiliki kewarganegaraan Uni Eropa atau yang merencanakan perjalanan singkat wisata atau bisnis di bawah aturan bebas visa 90 hari dalam 180 hari tidak akan terpengaruh. Namun, bagi yang lain, disarankan untuk segera mengamankan janji temu begitu merencanakan perjalanan, membayar biaya secara online, dan membawa dokumen asli beserta salinannya agar tidak sia-sia.
Perusahaan yang memutar staf ke Portugal untuk tugas dukungan teknis menyarankan agar menambahkan setidaknya tiga minggu ekstra dalam jadwal mobilisasi pada kuartal kedua. Beberapa perusahaan menggabungkan beberapa pemohon dalam satu slot janji temu dan mengganti biaya perjalanan domestik sebagai bagian dari biaya operasional di pusat near-shoring dengan pertumbuhan tercepat di Eropa ini.
Sumber: The Portugal News