
Polisi perbatasan Italia memulai era baru pengawasan digital akhir pekan ini dengan sistem Entry/Exit System (EES) yang berlaku penuh di seluruh Uni Eropa sejak 10 April 2026. Dari Brenner Pass hingga pelabuhan Palermo, setiap pos pemeriksaan Schengen luar negeri kini merekam wajah, empat sidik jari, dan data paspor pelancong dalam hitungan detik, secara otomatis menghitung sisa hari tinggal. Perubahan ini menghapus cap tinta yang biasa digunakan dan, menurut Komisi Eropa, akan menghemat waktu petugas hingga 30 detik per penumpang sekaligus menutup celah yang biasa dimanfaatkan oleh pelanggar masa tinggal dan pemalsu identitas.
Platform senilai €1,3 miliar ini—dikelola oleh badan EU eu-LISA—telah dalam tahap uji coba sejak Oktober 2025, namun Italia memilih peluncuran bertahap untuk menghindari lonjakan saat Natal dan Paskah. Bandara Milan-Malpensa dan Roma-Fiumicino memasang 150 kios swalayan yang memungkinkan pelancong bisnis non-Uni Eropa mendaftar biometrik sebelumnya dan mempercepat proses lewat gerbang otomatis; sementara perbatasan darat seperti Trieste dan Ventimiglia menggunakan tablet mobile oleh unit Guardia di Finanza.
Bagi perusahaan yang memindahkan staf atau merotasi tim proyek, implikasi praktisnya adalah penghitungan hari tinggal di Schengen yang lebih ketat. EES menghitung setiap periode 24 jam di zona tersebut dan memberi peringatan jika pelancong berisiko melewati aturan 90/180 hari—kesalahan umum bagi pelancong sering dengan tugas jangka pendek. Manajer mobilitas didorong untuk memperbarui pelacak perjalanan internal dan mengingatkan karyawan bahwa pelanggaran masa tinggal kini akan langsung berujung pada penolakan masuk dan larangan masuk ulang selama bertahun-tahun.
Kelompok perlindungan data sempat mendesak Roma menunda aktivasi hingga badan pengawas nasional terbentuk, namun Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi menegaskan sistem ini memenuhi standar GDPR dan template biometrik dienkripsi serta disimpan maksimal tiga tahun. Sementara itu, maskapai menyambut baik perubahan ini: IATA memperkirakan penghapusan cap manual akan mengurangi keterlambatan di gerbang boarding hingga €12 juta per tahun hanya di Italia.
Ke depan, EES menjadi prasyarat untuk ETIAS, otorisasi perjalanan baru yang akan berlaku bagi pengunjung bebas visa—termasuk warga Inggris dan Amerika—mulai akhir 2026. Otoritas perbatasan Italia menyatakan tonggak berikutnya adalah mengintegrasikan kios EES dengan pemindai kode QR ETIAS agar pelancong bisnis dapat menyelesaikan kedua proses dalam satu langkah.
Platform senilai €1,3 miliar ini—dikelola oleh badan EU eu-LISA—telah dalam tahap uji coba sejak Oktober 2025, namun Italia memilih peluncuran bertahap untuk menghindari lonjakan saat Natal dan Paskah. Bandara Milan-Malpensa dan Roma-Fiumicino memasang 150 kios swalayan yang memungkinkan pelancong bisnis non-Uni Eropa mendaftar biometrik sebelumnya dan mempercepat proses lewat gerbang otomatis; sementara perbatasan darat seperti Trieste dan Ventimiglia menggunakan tablet mobile oleh unit Guardia di Finanza.
Bagi perusahaan yang memindahkan staf atau merotasi tim proyek, implikasi praktisnya adalah penghitungan hari tinggal di Schengen yang lebih ketat. EES menghitung setiap periode 24 jam di zona tersebut dan memberi peringatan jika pelancong berisiko melewati aturan 90/180 hari—kesalahan umum bagi pelancong sering dengan tugas jangka pendek. Manajer mobilitas didorong untuk memperbarui pelacak perjalanan internal dan mengingatkan karyawan bahwa pelanggaran masa tinggal kini akan langsung berujung pada penolakan masuk dan larangan masuk ulang selama bertahun-tahun.
Kelompok perlindungan data sempat mendesak Roma menunda aktivasi hingga badan pengawas nasional terbentuk, namun Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi menegaskan sistem ini memenuhi standar GDPR dan template biometrik dienkripsi serta disimpan maksimal tiga tahun. Sementara itu, maskapai menyambut baik perubahan ini: IATA memperkirakan penghapusan cap manual akan mengurangi keterlambatan di gerbang boarding hingga €12 juta per tahun hanya di Italia.
Ke depan, EES menjadi prasyarat untuk ETIAS, otorisasi perjalanan baru yang akan berlaku bagi pengunjung bebas visa—termasuk warga Inggris dan Amerika—mulai akhir 2026. Otoritas perbatasan Italia menyatakan tonggak berikutnya adalah mengintegrasikan kios EES dengan pemindai kode QR ETIAS agar pelancong bisnis dapat menyelesaikan kedua proses dalam satu langkah.
Sumber: Sky TG24 / European Commission
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Italia.Lebih Banyak Dari Italia
Lihat semua
Pemogokan Pengatur Lalu Lintas Udara Menghentikan 464 Penerbangan dan Menunda 713 Penerbangan Lain di Seluruh Italia
Pemogokan Kereta 24 Jam Mengguncang Pusat Pemeliharaan RFI, Ancaman Terhadap Layanan Akhir Pekan di Seluruh Negeri