
Maskapai penerbangan nasional Arab Saudi, Saudia, mengonfirmasi akan melanjutkan layanan penumpang terbatas ke Dubai (DXB), Abu Dhabi (AUH), dan Amman mulai 11 April, mengakhiri penangguhan selama enam minggu yang diberlakukan saat puncak ketegangan regional. Penerbangan harian akan beroperasi rute Jeddah-Dubai (SV588/589) dan Jeddah-Abu Dhabi (SV570/571), dengan jadwal yang disesuaikan seiring pelonggaran pembatasan ruang udara. Saudia menghentikan semua penerbangan ke UEA pada 28 Februari setelah koridor lalu lintas udara di atas Bahrain dan sebagian wilayah Arab Saudi sempat ditutup untuk operasi militer. Pembukaan kembali ini menandai normalisasi bertahap konektivitas Saudi-UEA yang sangat penting bagi pelaku perjalanan bisnis yang sering bolak-balik antara dua ekonomi terbesar Teluk tersebut. Perusahaan manajemen perjalanan menyatakan penerbangan yang dipulihkan ini mengembalikan jalur penting bagi tim proyek regional yang sebelumnya harus mengambil rute lebih panjang melalui Muscat atau Kuwait. Restart ini juga mengaktifkan kembali aliran kargo antar maskapai untuk barang mudah rusak yang sensitif terhadap waktu, yang dikirim dari pelabuhan Laut Merah Jeddah ke pasar Asia melalui pusat kargo besar di Dubai. Saudia mengingatkan jadwal masih “berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut” dan menyarankan penumpang untuk mengonfirmasi ulang pemesanan. Manajer mobilitas diimbau memantau kapasitas bilateral: Dubai masih membatasi maskapai asing hanya satu penerbangan harian (lihat berita terpisah), sehingga Saudia harus membagi penerbangan terbatasnya di dua tujuan UEA setidaknya hingga 31 Mei.
Sumber: The Economic Times