
Komisi Eropa telah menetapkan jendela peluncuran untuk Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) pada kuartal terakhir tahun 2026, dan perusahaan konsultan di Teluk mendesak pemegang paspor UEA serta ekspatriat jangka panjang untuk mulai mempersiapkan diri sekarang. Dalam sebuah briefing yang diterbitkan pada 13 April, konsultan imigrasi yang berbasis di Dubai, OraVisa, mengingatkan para pelancong bahwa setelah ETIAS aktif, setiap warga Emirat dan penduduk bebas visa lainnya—seperti warga Inggris, Australia, Afrika Selatan, dan lainnya—harus mengajukan permohonan secara online dan membayar biaya sebesar €20 sebelum naik pesawat ke salah satu dari 30 negara Eropa yang berpartisipasi.
Meskipun ETIAS bukan visa, sistem ini merupakan pemeriksaan awal wajib yang setara dengan ESTA di Amerika Serikat. Proses pengajuan diperkirakan memakan waktu kurang dari sepuluh menit, dengan 95 persen permohonan disetujui secara otomatis, namun pelancong yang memerlukan pemeriksaan manual bisa menunggu hingga 30 hari. Izin ini berlaku selama tiga tahun—atau sampai paspor habis masa berlakunya—dan mencakup perjalanan bisnis singkat, wisata, serta transit. Oleh karena itu, tim mobilitas perusahaan harus memasukkan pemeriksaan ETIAS ke dalam alur persetujuan perjalanan dan sistem pelacakan pelancong selama fase transisi 2026–27.
Komisi juga menyediakan masa tenggang: selama enam bulan pertama setelah peluncuran, pelancong masih dapat memasuki Wilayah Schengen tanpa ETIAS, dan selama enam bulan berikutnya hanya pengunjung pertama kali yang mendapatkan pengecualian tersebut. Pada akhir 2027, otorisasi ini akan menjadi wajib sepenuhnya. Maskapai penerbangan akan mengintegrasikan verifikasi ETIAS ke dalam sistem kontrol keberangkatan mereka, sehingga boarding pass tidak akan dicetak tanpa nomor persetujuan yang valid.
Bagi perusahaan yang berbasis di UEA dengan frekuensi perjalanan ke Eropa—terutama di sektor keuangan, layanan ladang minyak, dan perusahaan teknologi multinasional—biaya €20 yang relatif kecil ini jauh lebih ringan dibandingkan risiko perjalanan mendadak terhambat jika seorang staf lupa mengajukan permohonan. Perusahaan manajemen perjalanan sedang menguji koneksi API yang dapat mengisi otomatis formulir ETIAS dari data catatan nama penumpang, namun solusi ini kemungkinan baru akan tersedia secara luas pada pertengahan 2027.
Pelancong rekreasi Emirat juga harus mencatat bahwa ETIAS tidak menggantikan aturan batas tinggal 90/180 hari di Schengen. Pelanggaran masa tinggal akan diawasi lebih ketat karena Sistem Masuk/Keluar pendamping—yang merekam data biometrik saat masuk dan keluar—telah mulai berlaku sejak 10 April 2026.
Meskipun ETIAS bukan visa, sistem ini merupakan pemeriksaan awal wajib yang setara dengan ESTA di Amerika Serikat. Proses pengajuan diperkirakan memakan waktu kurang dari sepuluh menit, dengan 95 persen permohonan disetujui secara otomatis, namun pelancong yang memerlukan pemeriksaan manual bisa menunggu hingga 30 hari. Izin ini berlaku selama tiga tahun—atau sampai paspor habis masa berlakunya—dan mencakup perjalanan bisnis singkat, wisata, serta transit. Oleh karena itu, tim mobilitas perusahaan harus memasukkan pemeriksaan ETIAS ke dalam alur persetujuan perjalanan dan sistem pelacakan pelancong selama fase transisi 2026–27.
Komisi juga menyediakan masa tenggang: selama enam bulan pertama setelah peluncuran, pelancong masih dapat memasuki Wilayah Schengen tanpa ETIAS, dan selama enam bulan berikutnya hanya pengunjung pertama kali yang mendapatkan pengecualian tersebut. Pada akhir 2027, otorisasi ini akan menjadi wajib sepenuhnya. Maskapai penerbangan akan mengintegrasikan verifikasi ETIAS ke dalam sistem kontrol keberangkatan mereka, sehingga boarding pass tidak akan dicetak tanpa nomor persetujuan yang valid.
Bagi perusahaan yang berbasis di UEA dengan frekuensi perjalanan ke Eropa—terutama di sektor keuangan, layanan ladang minyak, dan perusahaan teknologi multinasional—biaya €20 yang relatif kecil ini jauh lebih ringan dibandingkan risiko perjalanan mendadak terhambat jika seorang staf lupa mengajukan permohonan. Perusahaan manajemen perjalanan sedang menguji koneksi API yang dapat mengisi otomatis formulir ETIAS dari data catatan nama penumpang, namun solusi ini kemungkinan baru akan tersedia secara luas pada pertengahan 2027.
Pelancong rekreasi Emirat juga harus mencatat bahwa ETIAS tidak menggantikan aturan batas tinggal 90/180 hari di Schengen. Pelanggaran masa tinggal akan diawasi lebih ketat karena Sistem Masuk/Keluar pendamping—yang merekam data biometrik saat masuk dan keluar—telah mulai berlaku sejak 10 April 2026.
Sumber: OraVisa
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Buletin zona konflik EASA membuat Bandara Dubai dalam ketidakpastian saat maskapai memperpanjang penangguhan penerbangan ke UAE
Kepala Dewan Uni Eropa Puji UEA atas Perlindungan 200.000 Warga Eropa selama Ketegangan Teluk