
Investor asing yang mengincar Golden Visa 10 tahun yang sangat diminati di UAE kini tidak perlu lagi membayar setengah nilai properti secara tunai sebelum mengajukan permohonan. Menurut kebijakan yang diterbitkan oleh *Times of Visa* pada 12 April, Direktorat Jenderal Urusan Residensi & Orang Asing (GDRFA) akan menerima jaminan bank yang mencakup harga pembelian penuh sebesar AED 2 juta (US $545.000) sebagai pengganti uang muka 50 persen. Perubahan ini, yang berlaku sejak Februari namun baru resmi diumumkan pada 11 April, menjadi terobosan bagi pembeli dengan hipotek dan properti dalam tahap perencanaan yang sebelumnya harus menunggu hingga pembangunan mencapai tahap tertentu agar ekuitas mereka melebihi ambang 50 persen.
Dengan aturan baru ini, pengembang atau bank dapat mengeluarkan jaminan dalam format yang ditentukan, memungkinkan pemohon mengajukan residensi segera setelah kontrak ditandatangani. Para agen properti melaporkan lonjakan permintaan dari pembeli asal India, Rusia, dan Eropa yang ingin mengamankan residensi saat proyek masih dalam tahap perencanaan—tren ini berpotensi mempercepat arus kas bagi pengembang dan memperkuat posisi Dubai dalam peringkat investasi-migrasi global.
Spesialis mobilitas korporat juga melihat keuntungan strategis: perusahaan multinasional kini dapat memasukkan Golden Visa ke dalam paket relokasi eksekutif lebih awal, mengurangi ketergantungan pada izin tinggal yang disponsori oleh perusahaan yang mengikat karyawan pada satu entitas. Namun, ada risiko kepatuhan yang harus diperhatikan. Konsultan imigrasi memperingatkan bahwa jaminan harus sesuai persis dengan kata-kata GDRFA; setiap penyimpangan akan menyebabkan penolakan dan biaya legalisasi ulang. Selain itu, properti harus terdaftar dalam sistem Ejari sebelum visa distempel—langkah yang sering terlewatkan pada properti dalam tahap perencanaan. Pembeli disarankan untuk berkoordinasi erat dengan bank, pengembang, dan PRO agar jadwalnya sinkron.
Konsultan pajak mencatat bahwa aturan ini semakin membedakan Dubai dari program serupa di Portugal dan Yunani, yang keduanya telah menaikkan ambang investasi dan memperketat kategori properti. Di tengah isu keamanan regional yang membuat beberapa ekspatriat mempertimbangkan ulang rencana mobilitas mereka, fleksibilitas pembiayaan tambahan ini diperkirakan akan menjaga permintaan properti Dubai dan residensi jangka panjang tetap kuat setidaknya hingga kuartal keempat 2026.
Dengan aturan baru ini, pengembang atau bank dapat mengeluarkan jaminan dalam format yang ditentukan, memungkinkan pemohon mengajukan residensi segera setelah kontrak ditandatangani. Para agen properti melaporkan lonjakan permintaan dari pembeli asal India, Rusia, dan Eropa yang ingin mengamankan residensi saat proyek masih dalam tahap perencanaan—tren ini berpotensi mempercepat arus kas bagi pengembang dan memperkuat posisi Dubai dalam peringkat investasi-migrasi global.
Spesialis mobilitas korporat juga melihat keuntungan strategis: perusahaan multinasional kini dapat memasukkan Golden Visa ke dalam paket relokasi eksekutif lebih awal, mengurangi ketergantungan pada izin tinggal yang disponsori oleh perusahaan yang mengikat karyawan pada satu entitas. Namun, ada risiko kepatuhan yang harus diperhatikan. Konsultan imigrasi memperingatkan bahwa jaminan harus sesuai persis dengan kata-kata GDRFA; setiap penyimpangan akan menyebabkan penolakan dan biaya legalisasi ulang. Selain itu, properti harus terdaftar dalam sistem Ejari sebelum visa distempel—langkah yang sering terlewatkan pada properti dalam tahap perencanaan. Pembeli disarankan untuk berkoordinasi erat dengan bank, pengembang, dan PRO agar jadwalnya sinkron.
Konsultan pajak mencatat bahwa aturan ini semakin membedakan Dubai dari program serupa di Portugal dan Yunani, yang keduanya telah menaikkan ambang investasi dan memperketat kategori properti. Di tengah isu keamanan regional yang membuat beberapa ekspatriat mempertimbangkan ulang rencana mobilitas mereka, fleksibilitas pembiayaan tambahan ini diperkirakan akan menjaga permintaan properti Dubai dan residensi jangka panjang tetap kuat setidaknya hingga kuartal keempat 2026.
Sumber: Times of Visa