
Biro Imigrasi India secara diam-diam meluncurkan Program Imigrasi Jalur Cepat–Pelancong Terpercaya (FTI-TTP) dalam mode operasional penuh di 13 bandara pada hari Senin, memperluas penggunaan gerbang elektronik otomatis dari tujuh bandara yang sudah diluncurkan pada 2024. Melalui FTI-TTP, warga negara India yang sudah terverifikasi dan pemegang kartu Warga Negara Luar Negeri India (OCI) dapat menggunakan gerbang biometrik untuk keberangkatan dan kedatangan. Penumpang cukup memindai paspor dan boarding pass, lalu menjalani pengenalan wajah; tidak ada cap imigrasi tinta yang diberikan dan seluruh proses hanya memakan waktu 20–30 detik. Keanggotaan gratis, berlaku selama 10 tahun (atau sampai paspor habis masa berlakunya) dan terbuka untuk siapa saja berusia tujuh tahun ke atas yang memiliki paspor non-ECR. Pemerintah menyatakan sistem ini dapat menghemat beberapa menit per penumpang saat jam sibuk, yang penting karena jumlah penumpang internasional telah kembali ke level 2019 dan diperkirakan mencapai 100 juta penumpang pada tahun fiskal 2027. Bagi perusahaan yang mengelola perjalanan eksekutif frekuensi tinggi, FTI-TTP menawarkan penghematan nyata: waktu tunggu lebih singkat, risiko kehilangan koneksi berkurang, dan biaya lembur staf pendamping lebih rendah. Tim mobilitas disarankan untuk mendorong karyawan yang memenuhi syarat beserta anggota keluarga yang ikut untuk mendaftar secara online dan menyelesaikan pengambilan data biometrik di Kantor Registrasi Regional Orang Asing atau loket khusus di bandara jauh-jauh hari sebelum perjalanan. Kementerian Dalam Negeri telah menganggarkan dana untuk memperluas program ini ke 31 bandara pada 2027, menandakan bahwa kontrol perbatasan otomatis akan menjadi model standar di India.
Sumber: The Economic Times