
Akhir pekan liburan besar pertama di Italia tahun ini sedang berlangsung, dan unit riset pariwisata Assoturismo Confesercenti memprediksi sekitar 4,7 juta malam menginap antara 24 dan 27 April. Data pemesanan online menunjukkan tingkat hunian rata-rata 80%, dengan puncak 89% di resor pegunungan dan 85% di destinasi kota seni seperti Florence dan Venesia. Liburan singkat ini—yang bertepatan dengan Hari Pembebasan pada 25 April—berfungsi sebagai latihan persiapan untuk musim panas dan, yang penting, untuk Sistem Masuk/Keluar UE (EES) baru yang mulai wajib di bandara Schengen luar pada 10 April. Bandara, operator kereta api, dan otoritas jalan raya ANAS telah mengaktifkan staf cadangan; ANAS memperkirakan 95 juta pergerakan kendaraan di jalan nasional selama periode 24 April–3 Mei. Para pengelola hotel menyambut baik lonjakan permintaan namun memperingatkan ketidakpastian geopolitik dan biaya transportasi yang fluktuatif mendorong pemesanan semakin singkat, memaksa perencana staf bekerja dengan visibilitas minimal. Sektor perhotelan berencana merekrut 418.000 pekerja musiman untuk kuartal April-Juni—20.000 lebih banyak dibanding 2025—namun masih khawatir kekurangan tenaga di dapur dan bagian depan hotel. Bagi pelancong bisnis, keuntungan adalah ketersediaan hotel lebih banyak dengan tarif tengah musim, terutama di destinasi pedesaan dan spa yang tingkat hunian masih rendah (74–75%). Sisi negatifnya adalah potensi kemacetan di bandara yang sudah kesulitan dengan antrean EES. Manajer perjalanan perusahaan menyarankan pelancong menyiapkan waktu tambahan setidaknya satu jam untuk proses keberangkatan. Serikat transportasi menambahkan bahwa larangan truk pada 25 dan 26 April (09:00–22:00) bisa menunda pengiriman jarak pendek; pengiriman penting sebaiknya dijadwalkan pada 24 atau 30 April saat pembatasan dicabut.
Sumber: ANSA – Economia