
Spesialis outsourcing visa, BLS International, pada 28 April meresmikan Pusat Aplikasi Visa (VAC) Siprus di Beijing, Phnom Penh, Ulaanbaatar, dan Vientiane, sehingga total lokasi di Asia yang diluncurkan sejak Januari menjadi delapan. Fasilitas baru ini menangani visa jenis Schengen jangka pendek untuk pariwisata, bisnis, kunjungan keluarga, dan acara olahraga, serta menerima aplikasi langsung maupun melalui janji temu—fleksibilitas yang sangat dihargai oleh pelancong bisnis yang sibuk. Perluasan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap Siprus di kalangan investor Asia dan kelompok MICE (pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran) yang melakukan perjalanan keluar negeri. Data dari Cyprus Investment Promotion Agency menunjukkan bahwa permintaan investasi asing langsung (FDI) dari China dan Kamboja meningkat dua kali lipat pada kuartal pertama 2026, sementara delegasi perdagangan LNG Mongolia telah mengunjungi Limassol dua kali tahun ini. Proses penerbitan visa lokal yang lebih cepat menghilangkan hambatan logistik, memungkinkan penyelenggara mengonfirmasi jadwal perjalanan dalam 10–12 hari kerja, dibandingkan rata-rata 20 hari saat aplikasi harus melalui konsulat negara ketiga. Setiap VAC menawarkan layanan premium opsional—pencetakan dokumen, pengembalian melalui kurir, pemberitahuan status via SMS, jendela pengajuan “Prime-Time,” dan pengambilan biometrik di lounge premium—meniru model layanan eksklusif yang digunakan BLS untuk kontrak di India dan UAE. Pemohon tetap menjalani pemeriksaan keamanan oleh Departemen Imigrasi Siprus; BLS hanya mengumpulkan dan meneruskan berkas, sehingga keputusan tetap berada di tangan otoritas Siprus. Bagi manajer mobilitas, keuntungan langsungnya adalah kepastian dan penghematan biaya. Sebelumnya, tim di Beijing sering mengirim paspor ke Manila atau Kuala Lumpur dengan kurir, menimbulkan risiko tambahan dan setidaknya dua malam menginap ekstra bagi pelancong. Dengan pemrosesan lokal, anggaran total pengurusan visa bisa turun 25–30%. Pusat-pusat ini juga menciptakan jejak data yang dapat diintegrasikan perusahaan ke dalam dashboard kepatuhan perjalanan, memudahkan dokumentasi audit sesuai aturan EU Posted-Worker dan A1. Kementerian Luar Negeri Siprus mengisyaratkan rencana pembukaan VAC tambahan di Bangkok dan Jakarta akhir tahun ini, dengan tujuan menjadikan pulau ini sebagai pintu masuk EU yang praktis bagi UKM Asia yang tertarik pada proyek logistik Mediterania, fintech, dan energi.
Sumber: TravTalk India