
China memulai lonjakan perjalanan tahunan Hari Buruh tepat tengah malam pada 29 April, dan data awal menunjukkan edisi 2026 ini akan memecahkan rekor pasca pandemi. China Railway Group kepada Global Times memperkirakan akan ada 158 juta perjalanan penumpang kereta api antara 29 April hingga 6 Mei—rata-rata 12.000 kereta per hari—dengan puncak 24 juta perjalanan pada 1 Mei. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) memproyeksikan 11 juta pergerakan penumpang domestik dan internasional selama libur resmi lima hari tersebut. Platform pemesanan penerbangan Umetrip melaporkan reservasi keluar ke Asia Tenggara sudah naik 24 persen dibanding tahun lalu, sementara pemesanan ke Eropa meningkat 13 persen. Pencarian penerbangan lintas batas dari Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura ke China juga meningkat dua kali lipat, menandakan permintaan dua arah. Otoritas perbatasan memperluas kapasitas untuk menangani lonjakan ini. Bandara di Shanghai, Beijing, dan Guangzhou membuka jalur imigrasi otomatis tambahan, dan pos pemeriksaan darat di Kawasan Teluk Besar menjalankan pusat komando 24 jam untuk mengelola antrean yang diperkirakan. Wisatawan yang menggunakan skema bebas visa 30 hari masih harus menunjukkan bukti hotel dan tiket lanjutan; pejabat memperingatkan pemeriksaan kepatuhan acak akan diperketat selama hari puncak. Bagi tim mobilitas perusahaan, angka-angka ini berarti potensi gangguan. Harga tiket di rute antar kota populer seperti Beijing–Shanghai naik 35 persen dari minggu ke minggu, dan tarif hotel di kota-kota besar meningkat 40 persen. Pengusaha disarankan memberi waktu transit tambahan bagi staf yang berpindah antara pabrik dan lokasi klien serta mengamankan pemesanan fleksibel yang bisa dialihkan melalui bandara sekunder seperti Hangzhou atau Tianjin jika slot di hub utama penuh.
Sumber: Global Times