
Selama puluhan tahun, pemohon visa yang ditolak bisa mengajukan *Remonstrasi* – permohonan informal agar misi Jerman yang sama meninjau kembali keputusannya. Namun, opsi ini hilang secara global sejak 1 Juli 2025. Penjelasan rinci yang diterbitkan pada 22 Mei 2026 oleh perusahaan legal-tech VISARIGHT menguraikan perubahan yang terjadi dan solusi yang masih tersedia. Siapa pun yang ditolak visa Schengen atau visa nasional setelah tanggal tersebut kini menghadapi dua pilihan: mengajukan permohonan baru dan membayar biaya lagi, atau menggugat Republik Federal Jerman di Pengadilan Administrasi di Berlin. Artikel ini membimbing pemohon melalui batas waktu litigasi yang ketat – satu bulan untuk visa Schengen, hingga satu tahun untuk sebagian besar visa nasional – serta daftar dokumen yang diperlukan untuk mendukung kasus di pengadilan. Artikel ini juga menjelaskan kode penolakan yang umum (Pasal 32 Kode Visa UE untuk Schengen; § 5 AufenthG untuk visa nasional) dan memperingatkan bahwa melewatkan batas waktu berarti otomatis kalah dalam kasus.
Mengapa ini penting bagi perusahaan: Manajer mobilitas tidak lagi bisa mengandalkan remonstrasi yang murah untuk menyelamatkan rencana perjalanan mendesak. Jika permohonan visa kerja seorang pekerja ditolak, perusahaan harus segera memutuskan antara memulai ulang proses – yang memakan waktu beberapa minggu – atau menggunakan jasa pengacara untuk menggugat, yang biayanya lebih tinggi di awal tetapi bisa menghasilkan putusan mengikat yang memaksa konsulat mengeluarkan visa.
Implikasi praktis:
• Penggugat harus mengajukan gugatan melalui alamat layanan di Jerman, sehingga pemberi kerja asing biasanya memerlukan pengacara lokal.
• Bukti harus langsung menanggapi alasan penolakan – misalnya, slip gaji tambahan untuk membantah alasan “tidak cukup dana hidup.”
• Pengadilan semakin menerima pengajuan elektronik, tetapi dokumen asli seperti paspor dan ijazah mungkin masih diminta.
Kesimpulannya: Dengan hilangnya remonstrasi, persiapan berkas yang proaktif sangat penting. Pemberi kerja harus menganggarkan biaya pengadilan yang mungkin timbul (€502 untuk kasus Schengen standar) dan menambah waktu ekstra dalam jadwal penugasan.
Mengapa ini penting bagi perusahaan: Manajer mobilitas tidak lagi bisa mengandalkan remonstrasi yang murah untuk menyelamatkan rencana perjalanan mendesak. Jika permohonan visa kerja seorang pekerja ditolak, perusahaan harus segera memutuskan antara memulai ulang proses – yang memakan waktu beberapa minggu – atau menggunakan jasa pengacara untuk menggugat, yang biayanya lebih tinggi di awal tetapi bisa menghasilkan putusan mengikat yang memaksa konsulat mengeluarkan visa.
Implikasi praktis:
• Penggugat harus mengajukan gugatan melalui alamat layanan di Jerman, sehingga pemberi kerja asing biasanya memerlukan pengacara lokal.
• Bukti harus langsung menanggapi alasan penolakan – misalnya, slip gaji tambahan untuk membantah alasan “tidak cukup dana hidup.”
• Pengadilan semakin menerima pengajuan elektronik, tetapi dokumen asli seperti paspor dan ijazah mungkin masih diminta.
Kesimpulannya: Dengan hilangnya remonstrasi, persiapan berkas yang proaktif sangat penting. Pemberi kerja harus menganggarkan biaya pengadilan yang mungkin timbul (€502 untuk kasus Schengen standar) dan menambah waktu ekstra dalam jadwal penugasan.
Sumber: VISARIGHT