
Uni Emirat Arab (UEA) memperluas jaringan mitra bebas visa di Afrika dengan menandatangani nota kesepahaman (MOU) penghapusan visa bersama dengan Kerajaan Eswatini pada 30 Mei 2026. Dokumen yang ditandatangani di Abu Dhabi oleh Menteri Negara UEA Sheikh Shakhboot bin Nahyan Al Nahyan dan Menteri Dalam Negeri Eswatini Putri Lindiwe ini menghapuskan persyaratan visa masuk bagi pemegang paspor biasa, diplomatik, dan dinas dari kedua negara.
Meskipun kesepakatan ini ditandatangani pada 30 Mei, perjanjian baru akan berlaku setelah masing-masing pemerintah menyelesaikan prosedur ratifikasi internal dan bertukar nota diplomatik—biasanya dalam waktu 30 hari. Sampai pertukaran tersebut terjadi, warga UEA dan Eswatini harus tetap mengikuti aturan visa yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, pengelola mobilitas disarankan untuk menginformasikan kepada para pelancong agar menunggu pemberitahuan resmi tanggal efektif sebelum memesan perjalanan bebas visa.
Dari perspektif mobilitas bisnis, penghapusan visa ini sangat strategis. Eswatini adalah anggota Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC) dan menjadi pintu masuk ke rantai pasok regional. Bagi perusahaan Emirat yang mencari peluang di Afrika selatan—terutama di bidang logistik, pertanian, dan manufaktur ringan—kemampuan mengirim staf tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu menghilangkan hambatan biaya dan waktu. Sebaliknya, posisi UEA sebagai pusat perdagangan dan penerbangan global akan semakin mudah diakses oleh pengusaha dan pejabat Eswatini yang mencari pembiayaan dan saluran re-ekspor.
Kesepakatan ini juga menegaskan model “diplomasi visa” UEA. Sejak 2016, paspor Emirat naik peringkat Henley Passport Index lebih cepat dibandingkan negara lain, dengan tambahan 149 destinasi bebas visa atau visa saat kedatangan. Dengan memberikan akses bebas visa penuh bahkan untuk pemegang paspor biasa, Abu Dhabi menunjukkan kesediaannya memanfaatkan kemudahan mobilitas sebagai insentif kekuatan lunak untuk mempererat hubungan politik dan komersial.
Bagi pengelola program perjalanan, tugas segera adalah memperbarui alat pemesanan dan dokumen kebijakan agar tidak ada permintaan visa kunjungan UEA untuk warga Eswatini—atau sebaliknya—yang memicu biaya tidak perlu setelah ratifikasi dikonfirmasi. Maskapai penerbangan dan sistem distribusi global juga harus memperbarui data Timatic untuk mencerminkan aturan baru segera setelah tanggal efektif diumumkan.
Meskipun kesepakatan ini ditandatangani pada 30 Mei, perjanjian baru akan berlaku setelah masing-masing pemerintah menyelesaikan prosedur ratifikasi internal dan bertukar nota diplomatik—biasanya dalam waktu 30 hari. Sampai pertukaran tersebut terjadi, warga UEA dan Eswatini harus tetap mengikuti aturan visa yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, pengelola mobilitas disarankan untuk menginformasikan kepada para pelancong agar menunggu pemberitahuan resmi tanggal efektif sebelum memesan perjalanan bebas visa.
Dari perspektif mobilitas bisnis, penghapusan visa ini sangat strategis. Eswatini adalah anggota Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC) dan menjadi pintu masuk ke rantai pasok regional. Bagi perusahaan Emirat yang mencari peluang di Afrika selatan—terutama di bidang logistik, pertanian, dan manufaktur ringan—kemampuan mengirim staf tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu menghilangkan hambatan biaya dan waktu. Sebaliknya, posisi UEA sebagai pusat perdagangan dan penerbangan global akan semakin mudah diakses oleh pengusaha dan pejabat Eswatini yang mencari pembiayaan dan saluran re-ekspor.
Kesepakatan ini juga menegaskan model “diplomasi visa” UEA. Sejak 2016, paspor Emirat naik peringkat Henley Passport Index lebih cepat dibandingkan negara lain, dengan tambahan 149 destinasi bebas visa atau visa saat kedatangan. Dengan memberikan akses bebas visa penuh bahkan untuk pemegang paspor biasa, Abu Dhabi menunjukkan kesediaannya memanfaatkan kemudahan mobilitas sebagai insentif kekuatan lunak untuk mempererat hubungan politik dan komersial.
Bagi pengelola program perjalanan, tugas segera adalah memperbarui alat pemesanan dan dokumen kebijakan agar tidak ada permintaan visa kunjungan UEA untuk warga Eswatini—atau sebaliknya—yang memicu biaya tidak perlu setelah ratifikasi dikonfirmasi. Maskapai penerbangan dan sistem distribusi global juga harus memperbarui data Timatic untuk mencerminkan aturan baru segera setelah tanggal efektif diumumkan.
Sumber: The Visa Wire