
Kedutaan Besar India di Bratislava memperbarui situs konsuler mereka pada 31 Mei untuk menegaskan kembali bahwa semua warga negara asing—termasuk pemegang kartu Overseas Citizen of India (OCI)—harus mengisi Kartu Kedatangan Elektronik (e-Arrival Card) sebelum naik pesawat menuju India. Meskipun kewajiban pengisian kartu digital ini sudah berlaku sejak Oktober lalu, beberapa misi melaporkan masih banyak penumpang yang tiba tanpa mengisi kartu tersebut, sehingga menyebabkan keterlambatan di loket imigrasi.
e-Arrival Card menggantikan kartu kedatangan kertas yang sudah lama digunakan dan dapat diisi melalui aplikasi Su-Swagatam milik pemerintah atau portal indianvisaonline.gov.in hingga 72 jam sebelum keberangkatan. Para pelancong harus mengunggah data paspor, informasi penerbangan, serta deklarasi mandiri terkait barang bawaan dan bea cukai.
Bagi tim mobilitas global, perubahan ini sangat penting secara operasional: jika formulir tidak diisi, penumpang harus memasukkan data secara manual di kios khusus saat tiba, yang menambah waktu 10–15 menit per orang—penundaan yang tidak diinginkan bagi delegasi VIP atau pekerja dengan jadwal ketat. Maskapai penerbangan juga mendapat tekanan regulasi untuk menolak penumpang yang tidak mematuhi aturan ini dan mulai memberikan pengingat sebelum keberangkatan saat proses check-in.
Dari sisi keamanan, kartu digital ini mengirimkan data penumpang secara real-time ke platform Imigrasi, Visa, Registrasi & Pelacakan Orang Asing (IVFRT) India, memberikan otoritas pandangan awal terhadap daftar penumpang setiap penerbangan masuk. Bersama dengan data API dari maskapai dan gerbang biometrik baru di Delhi, Mumbai, dan Bengaluru, sistem ini diharapkan memperkuat profil risiko sekaligus mempercepat proses clearance bagi penumpang berisiko rendah.
Para penasihat mobilitas menyarankan perusahaan untuk menambahkan e-Arrival Card ke dalam daftar persiapan perjalanan, terutama untuk perjalanan mendadak. Beberapa perusahaan relokasi bahkan sudah mengintegrasikan pengingat otomatis dalam alat persetujuan perjalanan sebagai langkah kepatuhan.
Perubahan lebih lanjut juga diperkirakan akan terjadi: Kementerian Dalam Negeri berencana mengintegrasikan verifikasi identitas berbasis Aadhaar tahun ini, yang nantinya bisa menyederhanakan formulir e-Arrival menjadi satu sentuhan biometrik saat imigrasi.
e-Arrival Card menggantikan kartu kedatangan kertas yang sudah lama digunakan dan dapat diisi melalui aplikasi Su-Swagatam milik pemerintah atau portal indianvisaonline.gov.in hingga 72 jam sebelum keberangkatan. Para pelancong harus mengunggah data paspor, informasi penerbangan, serta deklarasi mandiri terkait barang bawaan dan bea cukai.
Bagi tim mobilitas global, perubahan ini sangat penting secara operasional: jika formulir tidak diisi, penumpang harus memasukkan data secara manual di kios khusus saat tiba, yang menambah waktu 10–15 menit per orang—penundaan yang tidak diinginkan bagi delegasi VIP atau pekerja dengan jadwal ketat. Maskapai penerbangan juga mendapat tekanan regulasi untuk menolak penumpang yang tidak mematuhi aturan ini dan mulai memberikan pengingat sebelum keberangkatan saat proses check-in.
Dari sisi keamanan, kartu digital ini mengirimkan data penumpang secara real-time ke platform Imigrasi, Visa, Registrasi & Pelacakan Orang Asing (IVFRT) India, memberikan otoritas pandangan awal terhadap daftar penumpang setiap penerbangan masuk. Bersama dengan data API dari maskapai dan gerbang biometrik baru di Delhi, Mumbai, dan Bengaluru, sistem ini diharapkan memperkuat profil risiko sekaligus mempercepat proses clearance bagi penumpang berisiko rendah.
Para penasihat mobilitas menyarankan perusahaan untuk menambahkan e-Arrival Card ke dalam daftar persiapan perjalanan, terutama untuk perjalanan mendadak. Beberapa perusahaan relokasi bahkan sudah mengintegrasikan pengingat otomatis dalam alat persetujuan perjalanan sebagai langkah kepatuhan.
Perubahan lebih lanjut juga diperkirakan akan terjadi: Kementerian Dalam Negeri berencana mengintegrasikan verifikasi identitas berbasis Aadhaar tahun ini, yang nantinya bisa menyederhanakan formulir e-Arrival menjadi satu sentuhan biometrik saat imigrasi.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
India Akan Perluas Jalur Cepat Biometrik ‘Digi Yatra’ ke 27 Bandara Lagi Setelah Mencapai 100 Juta Perjalanan
Harga Tiket Pesawat yang Tinggi dan Gejolak Geopolitik Dorong Wisatawan Liburan India Pilih Rute Asia-Pasifik Jarak Pendek