1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. India Akan Perluas Jalur Cepat Biometrik ‘Digi Yatra’ ke 27 Bandara Lagi Setelah Mencapai 100 Juta Perjalanan

India Akan Perluas Jalur Cepat Biometrik ‘Digi Yatra’ ke 27 Bandara Lagi Setelah Mencapai 100 Juta Perjalanan

Jun 1, 2026
·
India Akan Perluas Jalur Cepat Biometrik ‘Digi Yatra’ ke 27 Bandara Lagi Setelah Mencapai 100 Juta Perjalanan
Dorongan India untuk mendigitalkan proses bandara semakin kuat pada 31 Mei ketika Menteri Perhubungan Udara Sipil, Ram Mohan Naidu, mengonfirmasi bahwa platform Digi Yatra yang didukung pemerintah akan diperluas ke 27 bandara tambahan dalam setahun ke depan. Setelah skema ini melampaui tonggak 10 crore (100 juta) pergerakan penumpang di 38 bandara, menteri tersebut mengatakan bahwa ekspansi ini sangat penting untuk mengatasi volume penumpang yang diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi satu miliar pada tahun 2040. Digi Yatra menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memverifikasi identitas dan dokumen perjalanan penumpang dalam hitungan detik, memungkinkan mereka melewati gerbang elektronik khusus tanpa perlu menunjukkan dokumen fisik. Menurut data kementerian, waktu proses masuk rata-rata sudah turun dari 15 detik menjadi hanya lima detik di bandara yang telah mengadopsi sistem ini. Operator tiga bandara baru—Navi Mumbai, Jewar (Noida), dan Bhogapuram—telah memastikan bahwa mereka akan beroperasi sebagai “Digi Yatra-ready” sejak hari pertama. Bagi manajer mobilitas korporat, pengumuman ini bukan sekadar peningkatan teknologi: ini menjanjikan waktu tunggu yang dapat diprediksi, koneksi penerbangan yang lebih ketat, dan potensi penghematan layanan penjemputan dan pendampingan. Maskapai juga diuntungkan dengan waktu perputaran yang lebih cepat dan kinerja tepat waktu yang lebih baik, sementara bandara dapat menunda perluasan terminal yang mahal dengan memaksimalkan kapasitas infrastruktur yang ada. Kekhawatiran privasi telah diatasi melalui arsitektur “privacy-by-design” yang diterapkan kementerian: template biometrik dienkripsi dan hanya disimpan di perangkat penumpang, serta dibagikan ke bandara asal dalam jangka waktu terbatas. Aplikasi ini, yang sudah tersedia dalam 11 bahasa India, akan mendukung 11 bahasa tambahan pada bulan Desember—langkah penting untuk mendorong adopsi di luar pusat kota besar. Dengan lalu lintas domestik yang kini rutin melewati lima lakh penumpang per hari, analis industri mengatakan roadmap Digi Yatra menjadi fondasi utama agenda teknologi perbatasan India yang lebih luas, yang juga mencakup kartu e-Arrival, loket fast-track Trusted Traveller, dan berbagi data API dengan maskapai. Keberhasilan skala platform ini bisa menjadikan India sebagai contoh bagi pasar berkembang lain yang ingin melewati pemeriksaan dokumen tradisional.
Sumber: The Financial Express

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×