
Berbicara di Komisi PBB untuk Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana pada 12 Juni, Menteri Kehakiman UAE Abdullah Sultan bin Awad Al Nuaimi menyatakan persiapan untuk Abu Dhabi menjadi tuan rumah Kongres PBB ke-15 tentang Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana pada September mendatang berjalan lancar. Kongres yang diadakan setiap lima tahun ini akan menarik kepala negara, menteri, ahli hukum, dan pemimpin masyarakat sipil dari lebih dari 190 negara, menjadikannya salah satu pertemuan diplomatik terbesar tahun 2026. Penyelenggara memperkirakan akan ada 250 acara sampingan, 35 pameran khusus, dan ribuan delegasi yang semuanya memerlukan proses akreditasi dan visa yang dipercepat. Kementerian Kehakiman memastikan sedang bekerja sama dengan Otoritas Federal untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai & Keamanan Pelabuhan (ICP) untuk mengeluarkan ‘Congress E-Permit’ khusus yang terintegrasi dengan biometrik e-gate di bandara Abu Dhabi dan Dubai. Pemegang izin ini akan mendapatkan fasilitas loket imigrasi khusus dan pembebasan tes PCR saat kedatangan, mengikuti protokol yang digunakan selama World Governments Summit. Bagi keamanan korporat, vendor teknologi hukum, dan LSM, Kongres ini menawarkan platform jaringan yang tak tertandingi, namun blok hotel di sekitar ADNEC sudah membanderol harga 30 persen lebih tinggi. Perencana mobilitas disarankan untuk memesan akomodasi lebih awal dan memperhitungkan penutupan jalan di sekitar distrik diplomatik ibu kota selama sesi tingkat tinggi. Agenda utama meliputi kejahatan lingkungan yang muncul, akuntabilitas AI dalam penegakan hukum, dan pemulihan aset lintas batas—bidang di mana UAE baru-baru ini memperbarui undang-undang dan menandatangani perjanjian bantuan hukum timbal balik. Forum pemuda dan inovasi paralel juga akan digelar untuk mendorong solusi generasi berikutnya. Selain acara itu sendiri, Kongres ini diperkirakan akan mempercepat peningkatan sistem antrean pintar di Bandara Internasional Abu Dhabi dan bisa mempercepat kesepakatan pengakuan bersama yang memungkinkan warga Dewan Kerjasama Teluk masuk ke UAE hanya dengan menggunakan KTP nasional mereka. Perusahaan yang mengirim delegasi disarankan untuk memantau buletin dari microsite khusus ICP dan mendaftarkan detail perjalanan sebelumnya agar dapat menikmati kemudahan masuk.
Sumber: Gulf News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Kerjasama Etihad–Condor Makin Erat dengan Rute Harian Abu Dhabi dari Bangkok dan Berlin
Emirates Pertimbangkan Luncurkan Asuransi Khusus Perjalanan ke Dubai untuk Memberi Kepastian pada Penumpang Internasional