
Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab (MoFAIC) mengumumkan pada 16 Juni 2026 bahwa mereka mencabut larangan perjalanan yang selama ini melarang warga Emirat mengunjungi Lebanon sejak 2019. Mulai Rabu, warga Emirat dapat bepergian ke dan dari Lebanon tanpa perlu persetujuan sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah MoFAIC melakukan “pemantauan intensif terhadap kondisi keamanan perbatasan” dan menerima jaminan dari pemerintah Lebanon terkait keselamatan wisatawan Teluk. Larangan tersebut awalnya diberlakukan karena kekhawatiran atas ketidakstabilan politik dan insiden keamanan yang terkait dengan ketegangan regional.
Bagi warga UAE, pencabutan pembatasan ini langsung membuka kembali Beirut sebagai destinasi liburan musim panas dan mengembalikan hubungan bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti hingga layanan kesehatan. Maskapai penerbangan diperkirakan akan mengaktifkan kembali penerbangan langsung antara Dubai, Abu Dhabi, dan Bandara Internasional Rafic Hariri Beirut; maskapai seperti Emirates dan flydubai telah menyiapkan jadwal sementara untuk Juli, dengan catatan menunggu persetujuan keamanan penerbangan bilateral.
Manajer mobilitas korporat disarankan untuk memperbarui prosedur persetujuan perjalanan internal sesuai kebijakan baru ini dan memantau advis asuransi, karena perusahaan asuransi mungkin akan menilai ulang profil risiko Lebanon lebih lambat dibandingkan pemerintah. Perusahaan multinasional dengan usaha patungan di Lebanon dapat melanjutkan rapat dewan secara tatap muka, yang sebelumnya dialihkan ke pusat di negara ketiga seperti Amman dan Istanbul.
Langkah ini juga memiliki makna diplomatik penting: menandakan tren yang lebih luas di Teluk untuk kembali menjalin hubungan dengan Beirut dan bisa menjadi pertanda langkah serupa dari Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain. Bagi ekonomi pariwisata Lebanon yang sedang berjuang, kembalinya wisatawan Teluk dengan pengeluaran tinggi memberikan aliran devisa yang sangat dibutuhkan dan dapat mempercepat perekrutan kembali staf yang di-PHK selama masa larangan.
Bagi warga UAE, pencabutan pembatasan ini langsung membuka kembali Beirut sebagai destinasi liburan musim panas dan mengembalikan hubungan bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti hingga layanan kesehatan. Maskapai penerbangan diperkirakan akan mengaktifkan kembali penerbangan langsung antara Dubai, Abu Dhabi, dan Bandara Internasional Rafic Hariri Beirut; maskapai seperti Emirates dan flydubai telah menyiapkan jadwal sementara untuk Juli, dengan catatan menunggu persetujuan keamanan penerbangan bilateral.
Manajer mobilitas korporat disarankan untuk memperbarui prosedur persetujuan perjalanan internal sesuai kebijakan baru ini dan memantau advis asuransi, karena perusahaan asuransi mungkin akan menilai ulang profil risiko Lebanon lebih lambat dibandingkan pemerintah. Perusahaan multinasional dengan usaha patungan di Lebanon dapat melanjutkan rapat dewan secara tatap muka, yang sebelumnya dialihkan ke pusat di negara ketiga seperti Amman dan Istanbul.
Langkah ini juga memiliki makna diplomatik penting: menandakan tren yang lebih luas di Teluk untuk kembali menjalin hubungan dengan Beirut dan bisa menjadi pertanda langkah serupa dari Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain. Bagi ekonomi pariwisata Lebanon yang sedang berjuang, kembalinya wisatawan Teluk dengan pengeluaran tinggi memberikan aliran devisa yang sangat dibutuhkan dan dapat mempercepat perekrutan kembali staf yang di-PHK selama masa larangan.
Sumber: The Gulf Time
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
UAE Perketat Kuota Emiratisasi di Sektor Kesehatan Swasta—Setengah dari Tenaga Kerja yang Dibutuhkan Harus Dokter Emirat
Larangan Bekerja Siang Hari di Musim Panas Dimulai: UAE Terapkan Perlindungan dari Stres Panas untuk Pekerja Luar Ruangan Mulai 15 Juni hingga 15 September