
Mulai 1 Juli 2026, Departemen Dalam Negeri Australia memberlakukan kenaikan tajam pada tarif biaya visa, mengguncang anggaran mobilitas global. Biaya visa pelajar naik 25% menjadi AUD 2.500, sementara visa Lulusan Sementara kini mencapai AUD 5.750. Pemohon visa pasangan harus membayar AUD 11.710—hampir USD 7.800—naik AUD 2.345 dari tahun lalu. Beberapa kategori mengalami kenaikan lebih drastis: biaya Visa Jembatan B dan Visa Kembali Penduduk meningkat tiga kali lipat, berdampak pada penduduk tetap yang perlu bepergian untuk pekerjaan. Bagi perusahaan AS yang memindahkan karyawan lulusan ke kantor di Australia atau mengandalkan mobilitas jangka pendek dalam proyek Asia-Pasifik, kenaikan ini berarti tambahan biaya ribuan dolar per karyawan. Departemen Dalam Negeri membela kebijakan ini sebagai upaya mendanai percepatan proses dan teknologi keamanan perbatasan, namun penyedia pendidikan memperingatkan hal ini bisa mengurangi daya saing Australia dibandingkan Kanada dan Inggris dalam menarik pelajar internasional, termasuk dari AS. Tim mobilitas perlu mempertimbangkan revisi tunjangan biaya hidup, pembaruan perhitungan pajak, dan percepatan pengajuan visa yang tertunda untuk menghindari kenaikan biaya lebih lanjut. Pengusaha juga harus menganggarkan biaya visa tanggungan yang naik seiring dengan biaya pemohon utama. Dengan Australia sudah menjadi salah satu tujuan termahal bagi tenaga kerja asing, kenaikan biaya terbaru ini bisa mengalihkan pilihan ke pusat alternatif seperti Singapura atau Kuala Lumpur—kecuali jika pengusaha menanggung selisihnya.
Sumber: The Financial Express
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
Tembok Pintar Senilai 46 Miliar Dolar Makin Cepat Dibangun di Perbatasan AS-Meksiko, Gabungkan Baja dan Pengawasan Berbasis AI
Badai Mengacaukan Perjalanan Udara AS, 2.199 Penundaan dan 73 Pembatalan Dilaporkan di Seluruh Negeri