
Kementerian Universitas dan Riset (MUR) serta Kementerian Luar Negeri pada 17 Juli meluncurkan **prosedur terbaru bagi mahasiswa asing yang ingin mendaftar di universitas, konservatori, dan akademi di Italia** untuk dua tahun akademik mendatang. Semua calon mahasiswa dari luar Uni Eropa kini wajib mengajukan pra-pendaftaran secara eksklusif melalui platform ‘Universitaly’ yang telah diperbarui dan terintegrasi dengan sistem pengelolaan visa konsuler Italia. Inovasi utama meliputi: • Berkas digital tunggal yang mengikuti mahasiswa mulai dari pendaftaran online, wawancara visa di kedutaan, hingga pengurusan izin tinggal di kantor ‘questura’ setempat; • Verifikasi otomatis ijazah asing melalui apostille elektronik dan pencatatan blockchain, mempercepat proses pengecekan dokumen hingga 40%; • Perpanjangan batas waktu pendaftaran—30 November 2026 untuk penerimaan 2026/27 dan 31 Oktober 2027 untuk 2027/28—memberi waktu lebih bagi pelamar untuk mengamankan dana dan akomodasi; • Integrasi dengan Sistem Masuk/Keluar (EES) baru, sehingga pendaftaran pertama di perbatasan secara otomatis memberi tahu universitas tentang kedatangan mahasiswa. Bagi tim mobilitas global, pesan yang disampaikan jelas: **proses pengajuan visa studi akan menjadi sepenuhnya tanpa kertas dan berbasis portal**, namun kegagalan melakukan pra-pendaftaran akan menyebabkan konsulat menolak visa tinggal lama ‘D’. Universitas didorong untuk memberikan pengarahan kepada kantor internasional mereka, sementara departemen HR perusahaan yang mendukung program MBA eksekutif harus memastikan kandidat menyelesaikan langkah online jauh sebelum keberangkatan. Reformasi ini merupakan bagian dari Strategi Daya Tarik Nasional Italia, yang bertujuan meningkatkan proporsi mahasiswa internasional dari 6% menjadi 10% pada 2030 serta mengisi kekurangan keterampilan di bidang teknik dan ilmu hayat.
Sumber: IntegrazioneMigranti.gov.it