
Kementerian Dalam Negeri Inggris pada 18 Juli merilis dataset transparansi mingguan terkait migrasi kecil-kecilan menggunakan perahu di Selat Inggris. Untuk pekan yang berakhir pada 12 Juli, sebanyak 585 orang dalam delapan perahu berhasil mencapai pantai Inggris, sementara otoritas Prancis mencegah 257 migran dalam 18 insiden terpisah. Meskipun sedikit menurun dari lonjakan akhir Juni, total kedatangan tahun 2026 kini telah melebihi 12.400—5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Statistik ini penting bagi tim mobilitas global karena penyeberangan perahu kecil yang terus berlangsung membuat isu imigrasi tetap menjadi fokus utama perdebatan politik di Inggris, memengaruhi kebijakan lisensi sponsor, ambang batas penyelesaian, dan retorika pasar tenaga kerja. Para menteri telah mengaitkan peningkatan kedatangan ilegal dengan rencana penerapan aturan reuni keluarga Pasal 8 yang lebih ketat serta kenaikan batas gaji pada visa Pekerja Terampil. Kelompok bisnis khawatir jika penyeberangan terus meningkat hingga Agustus, pemerintah mungkin akan mengambil langkah cepat yang mencolok—seperti pembatasan kuota visa atau audit kepatuhan yang lebih ketat—untuk meyakinkan pemilih sebelum musim konferensi partai musim gugur. Memahami tren data ini membantu para pemimpin mobilitas mengantisipasi perubahan aturan dan menganggarkan kemungkinan kenaikan biaya. Pembaruan ini juga memberikan gambaran tentang kerja sama Prancis-Inggris: 257 keberangkatan yang dicegah menunjukkan patroli bersama mulai efektif, meski keberhasilannya bervariasi setiap minggu. Para analis mencatat bahwa kondisi angin dan laut, bukan penegakan hukum, tetap menjadi faktor utama yang menentukan volume penyeberangan. Organisasi yang mempekerjakan pekerja yang tinggal di akomodasi sementara—khususnya di sektor konstruksi dan pertanian—harus mewaspadai perubahan penegakan hukum yang tiba-tiba untuk tujuan pencegahan, yang dapat mengganggu pasokan tenaga kerja berkeahlian rendah.
Sumber: UK Home Office (GOV.UK)