
Kementerian Luar Negeri Jerman (Auswärtiges Amt) memperbarui nasihat perjalanan dan keamanan untuk Uni Emirat Arab pada pukul 10:00 CEST tanggal 23 Juli, memperingatkan bahwa ‘meskipun ada memorandum AS-Iran pada bulan Juni, serangan militer di wilayah tersebut kembali meningkat’. Panduan ini belum sampai pada peringatan perjalanan resmi, namun mendorong warga Jerman untuk ‘meninjau kembali rencana transit melalui ruang udara Teluk’ dan menghindari fasilitas militer AS di wilayah UEA. Penambahan penting meliputi kemungkinan penutupan ruang udara secara tiba-tiba dan pengingat tegas bahwa pengambilan foto aktivitas militer adalah ilegal menurut hukum Emirat—hal yang sering diabaikan oleh pelancong bisnis yang memposting pembaruan secara langsung di media sosial. Kementerian juga menyoroti sikap nol toleransi UEA terhadap pelanggaran mengemudi terkait alkohol, dengan catatan bahwa kendaraan dapat disita karena pelanggaran lampu merah dan hanya akan dikembalikan setelah membayar denda sebesar AED 50.000. Bagi tim mobilitas global, nasihat ini penting karena dua alasan: pertama, banyak perusahaan yang berkantor pusat di Jerman mengarahkan penugasan Asia melalui hub Dubai atau Abu Dhabi; kedua, kebijakan asuransi karyawan Jerman seringkali mengaitkan tingkat peringatan resmi dengan kewajiban peningkatan perlindungan. Oleh karena itu, perusahaan harus mencatat pembaruan ini, menyebarkan ulang kontak tanggap krisis, dan mengingatkan para pelancong untuk mendaftar di sistem ELEFAND Auswärtiges Amt. Nasihat ini tetap berada pada tingkat risiko kedua terendah (‘Sicherheitsrisiken’) namun dapat meningkat jika aktivitas drone terus berlanjut.
Sumber: Auswärtiges Amt