
Pada pukul 02:21 dini hari tanggal 22 Juli 2026, Kementerian Luar Negeri UEA mengeluarkan pernyataan—yang disiarkan oleh Pusat Berita Aletihad Abu Dhabi—yang "dengan tegas mengecam" deklarasi Houthi yang berencana memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Mengacu pada Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2722 tentang navigasi di Laut Merah, Abu Dhabi menegaskan bahwa kebebasan melintasi jalur air internasional adalah prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB 1982. Meskipun peringatan ini ditujukan pada pelabuhan-pelabuhan Saudi, blokade di Laut Merah akan berdampak besar pada rantai pasok UEA yang bergantung pada Jeddah dan Yanbu sebagai jalur penghubung dan koridor truk ke pasar barat Saudi. Perusahaan logistik sudah mulai mengalihkan rute melalui pelabuhan Sohar di Oman sejak ancaman serupa muncul pada Mei lalu. Dari sisi mobilitas, tim keamanan perusahaan disarankan memantau laporan kecelakaan Lloyd’s List dan advis BIMCO terkait transit di Laut Merah. Perusahaan yang mengirimkan kargo proyek atau barang rumah tangga karyawan antara Jebel Ali dan Arab Saudi mungkin perlu menjadwal ulang pelayaran atau beralih ke jalur darat melalui perbatasan Ghuwaifat jika perusahaan asuransi pengiriman menaikkan premi atau menarik perlindungan. UEA menegaskan solidaritasnya dengan Riyadh dan mengajak komunitas internasional untuk menegakkan sanksi yang ada terhadap entitas yang mengancam navigasi komersial—sebuah pengingat bahwa ketegangan geopolitik dapat dengan cepat menjadi pertimbangan risiko perjalanan bagi pergerakan staf multinasional.
Sumber: Aletihad