
Klub otomotif Jerman, ADAC, memprediksi akhir pekan lalu lintas terburuk dalam satu dekade antara 31 Juli hingga 2 Agustus, dengan peringatan “Dauerstau” tertinggi untuk jalan tol utama arah utara-selatan dan timur-barat. Dalam buletin yang diterbitkan pada 28 Juli, para analis menyebutkan tumpang tindih langka antara arus keluar liburan dari sekolah-sekolah di Bayern dan Baden-Württemberg yang baru libur dengan gelombang pertama arus balik dari negara bagian utara. Sekitar 1.000 lokasi konstruksi aktif dan beberapa penutupan jalan tol penuh, termasuk A1 dekat Hamburg dan A23 menuju Laut Utara, akan menambah tekanan lalu lintas. Perencana mobilitas perusahaan disarankan mencatat puncak kemacetan terjadi Jumat sore, Sabtu pagi, dan Minggu malam; rute alternatif atau penggantian dengan kereta sangat dianjurkan untuk perjalanan yang sangat mendesak. Kendaraan barang berat di atas 7,5 ton menghadapi larangan berkendara Sabtu musiman, yang berpotensi menunda pengiriman tepat waktu. Dampak internasional juga diperkirakan: koridor Brenner, Tauern, dan Gotthard akan padat, dan Fernpass di Austria akan ditutup untuk aksi protes pada 1 Agustus, memaksa pengendara liburan dan pengangkut barang yang menuju selatan mengambil jalur memutar. Klub juga mengingatkan pengemudi bahwa pemeriksaan perbatasan dalam negeri Jerman—yang diperpanjang untuk alasan keamanan hingga 2025—masih menyebabkan antrean di Suben (A3), Walserberg (A8), dan Kiefersfelden (A93), serta di Frankfurt (Oder) di A12 menuju Polandia. Wisatawan disarankan membawa paspor dan mengalokasikan waktu setidaknya 30 menit untuk pemeriksaan. Perusahaan yang mengoperasikan bus antar-jemput atau armada sewa didorong untuk memberi pengarahan kepada karyawan tentang pembentukan jalur darurat (Rettungsgasse) dan mengunduh aplikasi lalu lintas langsung ADAC untuk informasi pengalihan waktu nyata. Bagi pekerja internasional yang belum familiar dengan etiket jalan Jerman, buletin ini menjadi panduan penting mengenai larangan truk akhir pekan dan batas kecepatan di zona konstruksi yang diawasi ketat dengan kamera.
Sumber: ADAC