
Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) mengeluarkan peringatan yang sangat tegas menyusul diberlakukannya peraturan keluar-masuk China yang baru. Sebuah editorial di Taipei Times pada 18 September menyatakan bahwa para insinyur semikonduktor, manajer R&D, dan staf penjualan yang rutin bolak-balik melintasi Selat Taiwan kini harus mempertimbangkan bukan hanya apakah mereka bisa masuk ke China, tetapi apakah mereka akan diizinkan keluar. MAC menyoroti dua risiko baru. Pertama, otoritas China dapat menahan pemberitahuan larangan keluar saat ada penyelidikan keamanan nasional, sehingga pelancong tidak bisa mengajukan keberatan atau mendapatkan dukungan hukum. Kedua, kepemilikan data elektronik sensitif—seperti file desain, daftar pelanggan, akun cloud—bisa dianggap sebagai ancaman terhadap “keamanan industri,” yang memicu larangan berdasarkan Pasal 4 Peraturan No. 841. Kelompok industri yang mewakili sektor chip Taiwan senilai US$200 miliar mengatakan mereka sedang memperbarui pedoman perjalanan. Langkah yang disarankan termasuk menyediakan laptop “bersih,” menonaktifkan akses ke server perusahaan saat di China, dan menjadwalkan pertemuan penting di negara ketiga seperti Singapura. Perusahaan multinasional yang mempekerjakan banyak warga Taiwan juga meninjau ulang rencana suksesi jika insinyur kunci tidak tersedia. Kejadian ini menegaskan bagaimana regulasi domestik China bisa berdampak jauh melampaui batas negaranya. Pertukaran talenta lintas batas selama ini menjadi pilar rantai pasok elektronik Greater China yang terintegrasi. Dengan ketatnya kepatuhan kontrol ekspor dan keamanan data di kedua sisi Selat, perusahaan mungkin perlu menyeimbangkan kembali kolaborasi tatap muka dengan alternatif virtual.
Sumber: Taipei Times