
Analisis terbaru Eurostat mengungkapkan bahwa Siprus mencatat penurunan 7,7% secara tahunan dalam jumlah malam akomodasi selama paruh pertama 2026—penurunan terparah di Uni Eropa—sementara pengeluaran rata-rata per wisatawan naik 2% menjadi €864. Kedatangan turis turun 10% menjadi 1,66 juta, namun pendapatan pariwisata hanya turun 11,4% karena wisatawan bisnis dan tamu rekreasi kelas atas menutupi penurunan volume. Data Juni menunjukkan pemulihan sebagian, dengan kedatangan hanya turun 1,7% dibandingkan 2025, menandakan segmen bernilai tinggi lebih tahan banting. Bagi manajer perjalanan korporat, angka ini menegaskan pentingnya pemesanan lebih awal: ketersediaan hotel premium di Nicosia dan Limassol semakin terbatas meski tingkat hunian keseluruhan menurun. Tarif kamar harian di segmen bintang empat dan lima naik hampir 8,5%, mengikuti indeks harga restoran dan akomodasi Eurostat. Data ini juga mendukung strategi pemerintah untuk beralih dari operator tur massal ke pasar dengan pengeluaran lebih tinggi seperti konferensi, kamp olahraga, dan residensi digital-nomad. Rancangan undang-undang pariwisata yang diharapkan dibahas di Parlemen musim gugur ini akan mengaitkan biaya lisensi hotel dengan metrik keberlanjutan dan nilai tambah per malam tamu—langkah yang berpotensi mendorong inflasi tarif dalam jangka pendek. Perusahaan multinasional yang merencanakan pertemuan regional di Siprus disarankan mengamankan kontrak tempat sebelum siklus harga musim dingin dimulai dan menganggarkan biaya harian yang lebih tinggi. Di sisi positif, masa tinggal rata-rata yang lebih singkat bisa membuka ketersediaan di tengah minggu, memberikan fleksibilitas untuk acara korporat.
Sumber: Cyprus Mail