
Kementerian Luar Negeri Jerman (Auswärtiges Amt) mengeluarkan pembaruan keamanan rutin untuk India tertanggal 8 Oktober 2026. Revisi ini menambahkan panduan baru bagi para backpacker Jerman dan perusahaan yang merencanakan retret di dataran tinggi Himachal Pradesh dan Uttarakhand. Pihak berwenang India memperketat regulasi setelah serangkaian operasi penyelamatan terkait cuaca pada musim hujan lalu. Kelompok asing yang melakukan trekking di atas ketinggian 3.000 meter kini wajib mendaftarkan rute perjalanan mereka secara online melalui portal manajemen bencana negara bagian dan membawa beacon GPS yang disewa dari penyedia resmi. Pemeriksaan izin dilakukan di titik awal jalur trekking; pelanggaran dapat dikenai denda hingga ₹50.000 dan pengusiran langsung dari kawasan taman nasional. Auswärtiges Amt juga memperingatkan kemungkinan pemadaman internet sporadis selama pemilihan lokal dan protes, yang dapat mengganggu sistem pembayaran elektronik. Para pelancong disarankan membawa uang tunai yang cukup dan menyimpan nomor darurat kedutaan secara offline. Bagi perusahaan Jerman, advis ini berarti HR harus memastikan bahwa perjalanan insentif dan proyek CSR di wilayah Himalaya melibatkan operator petualangan berlisensi yang dapat mengurus izin dan peralatan baru. Kebijakan risiko perjalanan harus mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan evakuasi akibat cuaca atau pemadaman jaringan. Tingkat ancaman secara keseluruhan untuk kota-kota besar India tetap pada status “waspada tinggi”, namun pembaruan ini menekankan variasi regional yang harus dipantau oleh tim mobilitas.
Sumber: Auswärtiges Amt (Germany)