
The Irish Times menerbitkan panduan praktis pindah tempat pada 21 Oktober yang ditujukan bagi para profesional AS yang tertarik dengan pekerjaan di sektor teknologi dan ilmu hayat yang berkembang di Irlandia. Artikel tersebut menyoroti bahwa pekerja non-Uni Eropa harus mendapatkan izin kerja yang tepat sebelum kedatangan dan mendaftar ke Layanan Imigrasi dalam waktu 90 hari, jika tidak akan dikenai denda dan kemungkinan deportasi. Pajak menjadi kendala besar kedua. Meskipun tarif pajak perusahaan Irlandia sebesar 12,5 persen terkenal, pajak penghasilan pribadi bisa mencapai 52 persen setelah ditambah Universal Social Charge dan PRSI. Pendatang baru harus mengajukan nomor Personal Public Service (PPS)—yang sering menjadi hambatan dalam aktivasi penggajian. Masalah perumahan masih menjadi tantangan: sewa di Dublin rata-rata €2.300 per bulan untuk apartemen dua kamar, dan pasokan tetap terbatas meskipun tahun lalu tercatat 32.000 unit baru selesai dibangun. Oleh karena itu, banyak pemberi kerja menawarkan “batas sewa” atau akomodasi hotel sementara selama dua bulan pertama. Panduan ini juga menyarankan agar para pekerja mengumpulkan transkrip ijazah asli dan surat keterangan kepolisian sebelum berangkat, karena DETE kadang meminta dokumen tersebut meskipun izin sudah diterbitkan. Selain itu, disarankan agar pasangan meneliti akses pasar tenaga kerja: pasangan pemegang CSEP mendapatkan Stamp 1G dengan hak kerja terbuka, tetapi pasangan pemegang GEP tidak. Terakhir, artikel mencatat bahwa warga AS dapat mengemudi selama satu tahun dengan SIM asal mereka, namun harus menukarnya setelah itu; keterlambatan di National Driver Licence Service saat ini rata-rata enam minggu, jadi pemesanan awal sangat penting.
Sumber: The Irish Times