
Direktorat Jenderal Urusan Kependudukan dan Imigrasi (GDRFA) mengonfirmasi pada 10 November 2025 bahwa mereka telah memperketat proses verifikasi untuk visa Residensi Hijau lima tahun—yang dikenal luas sebagai visa freelance—setelah menemukan beberapa kasus di mana izin tersebut diperdagangkan atau digunakan di luar ketentuan hukum. Letnan Jenderal Mohammed Ahmed Al-Marri, Direktur Jenderal GDRFA, menegaskan bahwa “izin freelance masih diterbitkan secara normal melalui saluran resmi,” namun pemeriksaan dokumen tambahan dan verifikasi penghasilan telah diterapkan untuk melindungi pasar tenaga kerja.
Residensi Hijau diluncurkan pada 2022 untuk menarik para profesional independen, kreatif, dan konsultan yang tidak memiliki pemberi kerja tradisional. Visa ini memungkinkan pemegangnya tinggal dan bekerja di UAE tanpa sponsor perusahaan serta memperpanjang visa setiap lima tahun, asalkan mereka terus memenuhi batas minimum penghasilan atau kualifikasi. Para pejabat menyatakan permintaan meningkat tajam, dengan hampir 3.000 persetujuan hanya pada Oktober, sehingga memicu pemeriksaan aplikasi yang lebih ketat.
Rumor yang beredar di media sosial selama akhir pekan mengklaim program ini “sementara dibekukan.” GDRFA secara tegas membantah laporan tersebut, menyebutnya “palsu dan menyesatkan,” serta mengimbau warga untuk mengandalkan saluran resmi untuk informasi terbaru. Pihak berwenang meyakini kebingungan ini muncul akibat waktu proses yang lebih lama karena auditor meminta bukti tambahan seperti kontrak, kredensial akademik, dan lisensi profesional.
Bagi manajer HR dan mobilitas, pesannya jelas: staf berbasis proyek masih bisa pindah dengan Residensi Hijau, namun perusahaan harus menganggarkan waktu beberapa minggu ekstra untuk persetujuan dan siap menyediakan dokumen pendukung. Freelancer yang sudah berada di UAE juga harus siap menghadapi pemeriksaan kepatuhan yang lebih sering. Secara praktis, langkah ini justru memperkuat—bukan melemahkan—daya tarik visa dengan meningkatkan kredibilitasnya di mata pemberi kerja dan klien.
Residensi Hijau diluncurkan pada 2022 untuk menarik para profesional independen, kreatif, dan konsultan yang tidak memiliki pemberi kerja tradisional. Visa ini memungkinkan pemegangnya tinggal dan bekerja di UAE tanpa sponsor perusahaan serta memperpanjang visa setiap lima tahun, asalkan mereka terus memenuhi batas minimum penghasilan atau kualifikasi. Para pejabat menyatakan permintaan meningkat tajam, dengan hampir 3.000 persetujuan hanya pada Oktober, sehingga memicu pemeriksaan aplikasi yang lebih ketat.
Rumor yang beredar di media sosial selama akhir pekan mengklaim program ini “sementara dibekukan.” GDRFA secara tegas membantah laporan tersebut, menyebutnya “palsu dan menyesatkan,” serta mengimbau warga untuk mengandalkan saluran resmi untuk informasi terbaru. Pihak berwenang meyakini kebingungan ini muncul akibat waktu proses yang lebih lama karena auditor meminta bukti tambahan seperti kontrak, kredensial akademik, dan lisensi profesional.
Bagi manajer HR dan mobilitas, pesannya jelas: staf berbasis proyek masih bisa pindah dengan Residensi Hijau, namun perusahaan harus menganggarkan waktu beberapa minggu ekstra untuk persetujuan dan siap menyediakan dokumen pendukung. Freelancer yang sudah berada di UAE juga harus siap menghadapi pemeriksaan kepatuhan yang lebih sering. Secara praktis, langkah ini justru memperkuat—bukan melemahkan—daya tarik visa dengan meningkatkan kredibilitasnya di mata pemberi kerja dan klien.
Sumber: The Economic Times
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Etihad Luncurkan Promo 11.11 dengan Diskon hingga 20% untuk Tiket Kelas Ekonomi, Berlaku untuk Perjalanan hingga Juni 2026
Visa Turis Terpadu GCC Dikonfirmasi Meluncur Tahun 2026, Mempermudah Perjalanan Lancar di Teluk