
Observatorium Hong Kong mempertahankan Sinyal Siaga No. 1 sepanjang Selasa, 11 November, saat Badai Tropis Berat Fung-wong melintas lebih dari 400 km di timur kota. Para ahli cuaca menyatakan badai melemah akibat pengaruh musim timur laut dan bergerak menuju Taiwan, sehingga kemungkinan penerbitan sinyal lebih tinggi No. 3 “relatif rendah.”
Meski sinyal tingkat rendah, dampaknya tetap terasa pada mobilitas global. Maskapai yang terbang melalui Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) harus mengaktifkan rencana darurat cuaca buruk, termasuk pengisian bahan bakar wajib dan perubahan jalur penerbangan untuk menghindari pita hujan luar badai. Para pelancong melaporkan waktu taksi yang lebih lama dari biasanya dan perubahan gerbang secara sporadis. Maskapai seperti Cathay Pacific dan HK Express mengeluarkan peringatan perjalanan agar penumpang memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara.
Manajer mobilitas perusahaan dengan karyawan yang transit di Hong Kong disarankan menyiapkan waktu tambahan dalam jadwal selama 24 jam ke depan. Walaupun Sinyal No. 1 memperbolehkan aktivitas ekonomi normal, Observatorium memperingatkan gelombang tinggi dan hujan deras singkat yang dapat mengganggu layanan feri ke Makau dan Delta Sungai Mutiara. Petugas imigrasi di Pelabuhan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau diingatkan untuk menjaga staf penuh guna mencegah antrean jika bus lintas batas terlambat.
Ke depan, Sinyal Siaga kemungkinan akan dibatalkan malam ini dan digantikan oleh Sinyal Monsun Kuat. Meski demikian, angin kencang sesekali masih akan terjadi, namun HKIA memperkirakan alur landasan pacu kembali normal pada Rabu pagi. Perusahaan yang mengatur pertemuan regional mendadak dapat terus mengandalkan Hong Kong sebagai pusat, namun disarankan menyiapkan akomodasi cadangan jika penerbangan lanjutan ke Taiwan terganggu.
Meski sinyal tingkat rendah, dampaknya tetap terasa pada mobilitas global. Maskapai yang terbang melalui Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) harus mengaktifkan rencana darurat cuaca buruk, termasuk pengisian bahan bakar wajib dan perubahan jalur penerbangan untuk menghindari pita hujan luar badai. Para pelancong melaporkan waktu taksi yang lebih lama dari biasanya dan perubahan gerbang secara sporadis. Maskapai seperti Cathay Pacific dan HK Express mengeluarkan peringatan perjalanan agar penumpang memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara.
Manajer mobilitas perusahaan dengan karyawan yang transit di Hong Kong disarankan menyiapkan waktu tambahan dalam jadwal selama 24 jam ke depan. Walaupun Sinyal No. 1 memperbolehkan aktivitas ekonomi normal, Observatorium memperingatkan gelombang tinggi dan hujan deras singkat yang dapat mengganggu layanan feri ke Makau dan Delta Sungai Mutiara. Petugas imigrasi di Pelabuhan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau diingatkan untuk menjaga staf penuh guna mencegah antrean jika bus lintas batas terlambat.
Ke depan, Sinyal Siaga kemungkinan akan dibatalkan malam ini dan digantikan oleh Sinyal Monsun Kuat. Meski demikian, angin kencang sesekali masih akan terjadi, namun HKIA memperkirakan alur landasan pacu kembali normal pada Rabu pagi. Perusahaan yang mengatur pertemuan regional mendadak dapat terus mengandalkan Hong Kong sebagai pusat, namun disarankan menyiapkan akomodasi cadangan jika penerbangan lanjutan ke Taiwan terganggu.