
Etihad Airways resmi meluncurkan penerbangan Airbus A321 lima kali seminggu dari Abu Dhabi ke Madinah pada 12 November, memperluas jaringan mereka di Arab Saudi menjadi lima kota dengan total 93 frekuensi mingguan. Jadwal penerbangan ini disesuaikan untuk koneksi Timur-Barat, dengan rencana penambahan rotasi keenam pada awal tahun depan.
Madinah merupakan kota suci kedua dalam Islam, dan rute baru ini memberikan alternatif langsung bagi jamaah dari UAE tanpa harus transit melalui Jeddah. Etihad juga menggabungkan rute ini dengan program stopover gratis selama 48 jam serta memanfaatkan fasilitas visa on arrival di Abu Dhabi untuk menarik wisatawan jarak jauh. Harga tiket pulang-pergi perkenalan dimulai dari AED 1.200.
Manajer mobilitas korporat melihat potensi lebih dari sekadar perjalanan religi. Madinah kini menjadi pusat berkembang untuk sektor kesehatan dan ekonomi pengetahuan; waktu perjalanan dari pintu ke pintu bagi tim proyek UAE berkurang menjadi kurang dari empat jam, sementara kapasitas kargo tambahan mendukung pengiriman produk farmasi dan barang mudah rusak.
Penumpang wajib memiliki visa turis atau visa ziarah Saudi yang valid; visa Umrah kelompok masih harus diproses melalui agen. Etihad tengah bekerja sama dengan otoritas Saudi untuk mengintegrasikan validasi e-visa ke gerbang biometrik Bandara Abu Dhabi, sehingga mengurangi pemeriksaan dokumen saat keberangkatan.
Peluncuran ini menegaskan strategi Etihad dalam ekspansi regional yang terfokus untuk mendukung hub penerbangan jarak jauh mereka, memperkuat posisi Abu Dhabi sebagai simpul transit Utara-Selatan, serta mendukung target UAE dalam mengembangkan pariwisata religi.
Madinah merupakan kota suci kedua dalam Islam, dan rute baru ini memberikan alternatif langsung bagi jamaah dari UAE tanpa harus transit melalui Jeddah. Etihad juga menggabungkan rute ini dengan program stopover gratis selama 48 jam serta memanfaatkan fasilitas visa on arrival di Abu Dhabi untuk menarik wisatawan jarak jauh. Harga tiket pulang-pergi perkenalan dimulai dari AED 1.200.
Manajer mobilitas korporat melihat potensi lebih dari sekadar perjalanan religi. Madinah kini menjadi pusat berkembang untuk sektor kesehatan dan ekonomi pengetahuan; waktu perjalanan dari pintu ke pintu bagi tim proyek UAE berkurang menjadi kurang dari empat jam, sementara kapasitas kargo tambahan mendukung pengiriman produk farmasi dan barang mudah rusak.
Penumpang wajib memiliki visa turis atau visa ziarah Saudi yang valid; visa Umrah kelompok masih harus diproses melalui agen. Etihad tengah bekerja sama dengan otoritas Saudi untuk mengintegrasikan validasi e-visa ke gerbang biometrik Bandara Abu Dhabi, sehingga mengurangi pemeriksaan dokumen saat keberangkatan.
Peluncuran ini menegaskan strategi Etihad dalam ekspansi regional yang terfokus untuk mendukung hub penerbangan jarak jauh mereka, memperkuat posisi Abu Dhabi sebagai simpul transit Utara-Selatan, serta mendukung target UAE dalam mengembangkan pariwisata religi.
Sumber: VisaHQ