
Direktorat Jenderal Imigrasi dan Urusan Orang Asing Dubai (GDRFA) secara diam-diam memperluas akses gerbang pintar biometrik di Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) pada 17 November 2025. Jalur otomatis yang kini terpasang di semua ruang kedatangan dan keberangkatan ini menggunakan kamera pengenalan wajah yang terhubung dengan database Emirates ID dan paspor. Setelah pelancong terdaftar, gerbang akan terbuka dalam waktu kurang dari enam detik, tanpa perlu cap manual.
Dalam pembaruan ini, kelayakan pengguna dibagi menjadi enam kelompok: warga negara UAE, warga GCC, pemegang visa residensi UAE, penumpang visa on arrival dengan paspor biometrik, pemegang visa Schengen, dan pelancong dengan izin masuk UAE yang sudah diterbitkan sebelumnya. Anak-anak di bawah tinggi 1,2 meter, pengunjung pertama kali, dan penumpang dengan masalah visa masih harus menggunakan loket yang dijaga petugas.
Bagi manajer mobilitas korporat, perubahan ini berarti rotasi kru yang lebih cepat dan waktu transit yang lebih singkat. Maskapai memperkirakan gerbang ini dapat melayani 60 penumpang per menit, mendukung prediksi DXB yang akan melayani hampir lima juta penumpang selama puncak musim Desember. Status pendaftaran dapat dicek secara online melalui layanan “Inquiry for Smart Gate Registration” GDRFA atau aplikasi super DubaiNow; sebagian besar penduduk otomatis terdaftar setelah keluar/masuk Dubai pertama kali.
Para ahli mencatat bahwa gerbang pintar ini merupakan bagian dari visi Dubai “Perbatasan Tanpa Henti” dan melengkapi investasi Emirates dalam boarding dengan pengenalan wajah. Penumpang yang sering terbang disarankan melepas kacamata hitam dan masker sebelum memasuki jalur, serta menyiapkan paspor jika sistem memerlukan verifikasi tambahan. Peluncuran ini menempatkan Dubai di antara kontrol perbatasan biometrik tercepat di dunia, hanya disaingi oleh Bandara Changi Singapura dan Schiphol Amsterdam.
Dalam pembaruan ini, kelayakan pengguna dibagi menjadi enam kelompok: warga negara UAE, warga GCC, pemegang visa residensi UAE, penumpang visa on arrival dengan paspor biometrik, pemegang visa Schengen, dan pelancong dengan izin masuk UAE yang sudah diterbitkan sebelumnya. Anak-anak di bawah tinggi 1,2 meter, pengunjung pertama kali, dan penumpang dengan masalah visa masih harus menggunakan loket yang dijaga petugas.
Bagi manajer mobilitas korporat, perubahan ini berarti rotasi kru yang lebih cepat dan waktu transit yang lebih singkat. Maskapai memperkirakan gerbang ini dapat melayani 60 penumpang per menit, mendukung prediksi DXB yang akan melayani hampir lima juta penumpang selama puncak musim Desember. Status pendaftaran dapat dicek secara online melalui layanan “Inquiry for Smart Gate Registration” GDRFA atau aplikasi super DubaiNow; sebagian besar penduduk otomatis terdaftar setelah keluar/masuk Dubai pertama kali.
Para ahli mencatat bahwa gerbang pintar ini merupakan bagian dari visi Dubai “Perbatasan Tanpa Henti” dan melengkapi investasi Emirates dalam boarding dengan pengenalan wajah. Penumpang yang sering terbang disarankan melepas kacamata hitam dan masker sebelum memasuki jalur, serta menyiapkan paspor jika sistem memerlukan verifikasi tambahan. Peluncuran ini menempatkan Dubai di antara kontrol perbatasan biometrik tercepat di dunia, hanya disaingi oleh Bandara Changi Singapura dan Schiphol Amsterdam.
Sumber: Times of India