
Penumpang yang mendarat di Dubai World Central minggu ini mendapatkan sambutan khusus bertema penerbangan: cap paspor edisi terbatas untuk Dubai Airshow 2025. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Urusan Orang Asing Dubai (GDRFA) mengonfirmasi pada 18 November bahwa semua delegasi dan pengunjung yang memasuki Uni Emirat Arab antara 17 hingga 21 November akan menerima cap khusus ini di loket imigrasi.
Cap tersebut menampilkan identitas visual Airshow dengan slogan “Masa Depan Ada di Sini”, menegaskan ambisi Dubai untuk menjadi pusat inovasi dirgantara global. Letnan Jenderal Mohammed Ahmed Al Marri, Direktur Jenderal GDRFA-Dubai, menyatakan bahwa langkah ini “melambangkan keramahan UAE dan menyoroti layanan perbatasan yang canggih dan berfokus pada tamu.” Ini juga menunjukkan kerja sama yang semakin erat antara GDRFA dan Bandara Dubai, yang bersama-sama menangani lebih dari 240.000 penumpang setiap hari di DXB dan DWC.
Bagi pelaku bisnis dan profesional penerbangan, cap ini lebih dari sekadar kenang-kenangan. Ini menandakan bahwa Dubai memanfaatkan mega-event untuk menguji inisiatif perjalanan tanpa hambatan menjelang rencana pembangunan super-bandara dengan lima landasan pacu. Delegasi yang tiba dengan penerbangan charter dan komersial melaporkan bahwa petugas imigrasi menyelesaikan proses cap dalam hitungan detik berkat integrasi Smart Gate.
Manajer mobilitas korporat perlu mencatat bahwa cap promosi serupa juga akan hadir pada KTT iklim COP 29 tahun depan dan Kongres Dunia Kamar Dagang 2026. Penumpang yang ingin menjaga paspor tetap bersih dapat meminta cap pada slip terpisah, namun harus dilakukan sebelum menyerahkan dokumen di loket.
Airshow itu sendiri telah menghasilkan miliaran dolar dalam pemesanan pesawat dan akan menampilkan demonstrasi langsung pod kontrol paspor biometrik generasi berikutnya yang direncanakan Dubai terapkan pada 2026. Seperti kata salah satu delegasi dari Singapura: “Cap ini adalah sentuhan kecil, tapi mengingatkan kita bahwa kontrol perbatasan bisa efisien sekaligus ramah.”
Cap tersebut menampilkan identitas visual Airshow dengan slogan “Masa Depan Ada di Sini”, menegaskan ambisi Dubai untuk menjadi pusat inovasi dirgantara global. Letnan Jenderal Mohammed Ahmed Al Marri, Direktur Jenderal GDRFA-Dubai, menyatakan bahwa langkah ini “melambangkan keramahan UAE dan menyoroti layanan perbatasan yang canggih dan berfokus pada tamu.” Ini juga menunjukkan kerja sama yang semakin erat antara GDRFA dan Bandara Dubai, yang bersama-sama menangani lebih dari 240.000 penumpang setiap hari di DXB dan DWC.
Bagi pelaku bisnis dan profesional penerbangan, cap ini lebih dari sekadar kenang-kenangan. Ini menandakan bahwa Dubai memanfaatkan mega-event untuk menguji inisiatif perjalanan tanpa hambatan menjelang rencana pembangunan super-bandara dengan lima landasan pacu. Delegasi yang tiba dengan penerbangan charter dan komersial melaporkan bahwa petugas imigrasi menyelesaikan proses cap dalam hitungan detik berkat integrasi Smart Gate.
Manajer mobilitas korporat perlu mencatat bahwa cap promosi serupa juga akan hadir pada KTT iklim COP 29 tahun depan dan Kongres Dunia Kamar Dagang 2026. Penumpang yang ingin menjaga paspor tetap bersih dapat meminta cap pada slip terpisah, namun harus dilakukan sebelum menyerahkan dokumen di loket.
Airshow itu sendiri telah menghasilkan miliaran dolar dalam pemesanan pesawat dan akan menampilkan demonstrasi langsung pod kontrol paspor biometrik generasi berikutnya yang direncanakan Dubai terapkan pada 2026. Seperti kata salah satu delegasi dari Singapura: “Cap ini adalah sentuhan kecil, tapi mengingatkan kita bahwa kontrol perbatasan bisa efisien sekaligus ramah.”
Sumber: Khaleej Times