1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Australia
  4. /
  5. Jumlah penduduk dengan visa sementara mencapai rekor 2,9 juta, memicu seruan untuk merombak sistem migrasi Australia

Jumlah penduduk dengan visa sementara mencapai rekor 2,9 juta, memicu seruan untuk merombak sistem migrasi Australia

Des 10, 2025
·
Jumlah penduduk dengan visa sementara mencapai rekor 2,9 juta, memicu seruan untuk merombak sistem migrasi Australia
Debat migrasi Australia mencapai titik panas baru setelah data resmi mengungkapkan bahwa pada Oktober 2025, terdapat 2,9 juta orang yang tinggal di negara ini dengan visa sementara—sekitar 10 persen dari total populasi nasional. Jumlah ini naik 70 persen dibandingkan tahun 2019 dan melampaui rekor tertinggi sebelum pandemi. Mahasiswa internasional (638.000) dan warga Selandia Baru dengan visa Kategori Khusus (731.000) menjadi kelompok terbesar, namun jumlah pemegang visa Lulusan Sementara, Liburan Kerja, dan visa jembatan juga meningkat pesat.

Para ahli migrasi memperingatkan bahwa sistem yang awalnya dirancang untuk tinggal sementara kini menjadi jalur utama menuju pemukiman jangka panjang. Lebih dari 402.000 orang kini memegang visa jembatan—dokumen yang awalnya hanya diperuntukkan bagi beberapa ribu pemohon yang menunggu keputusan status—menyebabkan kekacauan administratif di Tribunal Tinjauan Administratif (ART). Tribunal ini kini menghadapi tumpukan kasus sebanyak 124.000, sebagian besar terkait banding visa pelajar dan perlindungan.

Jumlah penduduk dengan visa sementara mencapai rekor 2,9 juta, memicu seruan untuk merombak sistem migrasi Australia


Mantan wakil sekretaris imigrasi, Dr. Abul Rizvi, berpendapat lonjakan ini menunjukkan “sistem telah berbalik dari permanen yang direncanakan menjadi sementara yang tidak terkelola.” Ia mendesak pemerintah untuk menaikkan kuota migrasi permanen sebanyak 50.000 tempat per tahun selama tiga tahun ke depan dan menyederhanakan proses banding, dengan peringatan bahwa jika tidak, Australia akan “tertidur dan masuk ke masyarakat dua lapis antara penduduk permanen dan penduduk sementara yang terus-menerus.”

Kelompok bisnis juga khawatir, namun dengan alasan berbeda. Universitas bergantung pada mahasiswa internasional yang membayar biaya, sementara sektor seperti perhotelan, pertanian, dan perawatan lansia mengandalkan tenaga kerja sementara untuk mengisi kekurangan keterampilan kronis. Namun, para pengusaha mengatakan keterlambatan proses, perubahan aturan yang tidak konsisten, dan penegakan yang tidak merata membuat perencanaan tenaga kerja menjadi mustahil. Kamar Dagang dan Industri Australia menginginkan portal tunggal yang terintegrasi secara digital untuk melacak pemohon dari pengajuan awal hingga status akhir, sementara serikat pekerja menegaskan bahwa solusi sebenarnya adalah penegakan aturan yang lebih baik untuk memberantas pencurian upah dan eksploitasi.

Secara politik, data ini menjadi amunisi bagi kedua kubu parlemen. Koalisi menuduh Partai Buruh membiarkan migrasi “lepas kendali,” sementara pemerintah mengatakan mereka mewarisi sistem yang rusak dan sedang memperketat aturan bahasa Inggris, pemeriksaan integritas visa pelajar, dan jalur sponsor pemberi kerja. Dengan pemilihan federal yang dijadwalkan tahun depan dan masalah keterjangkauan perumahan yang menjadi perhatian utama publik, lonjakan visa ini memastikan kebijakan migrasi akan menjadi salah satu agenda utama kampanye 2026.
Sumber: News.com.au

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Australia.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×