
Laporan terbaru dari Travel & Tour World yang dirilis pada 26 Desember menyatakan bahwa kelas menengah India yang terus berkembang mengalihkan anggaran liburan jarak jauh dari Amerika Serikat ke China dan pasar Asia Timur lainnya, terutama karena kemudahan akses visa. Studi ini menyoroti kenaikan biaya visa turis AS menjadi USD 442 dan waktu tunggu lebih dari 250 hari di Mumbai, dibandingkan dengan sistem aplikasi digital baru China dan waktu proses yang lebih singkat.
Target Departemen Perdagangan AS untuk mencapai 90 juta kedatangan internasional pada 2027 semakin sulit tercapai karena kehilangan segmen sensitif harga seperti keluarga dan pemilik usaha kecil dari India – yang selama ini menjadi salah satu kelompok pengunjung dengan pengeluaran tertinggi. Pada 2024, kedatangan wisatawan India ke AS sudah turun 12 persen dibanding tahun sebelumnya; data pemesanan awal maskapai untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan penurunan tambahan sebesar 8 persen.
Sebaliknya, pemesanan ke Shanghai dan Beijing dari Delhi dan Bengaluru meningkat 32 persen untuk musim semi 2026, didukung oleh kerja sama codeshare baru antara China Eastern dan Air India serta persepsi bahwa China menawarkan proses masuk yang lebih mudah. Agen perjalanan yang disurvei menyebutkan kebijakan pengembalian dana yang fleksibel dan layanan dompet digital terintegrasi seperti aplikasi ‘Nihao China’ dari UnionPay juga menambah daya tarik.
Bagi pemasar destinasi, laporan ini menjadi peringatan: kecuali AS mengembalikan program pembebasan wawancara dan menyederhanakan biaya, negara ini bisa kehilangan pangsa pasar secara permanen di pasar yang diperkirakan menghasilkan 50 juta perjalanan keluar pada 2030. Perusahaan India yang memiliki hubungan bisnis dengan AS mungkin menghadapi tarif penerbangan lebih tinggi karena maskapai mengalihkan kapasitas ke rute Asia yang tumbuh lebih cepat.
Manajer perjalanan sebaiknya mengantisipasi preferensi karyawan untuk menghadiri konferensi di Asia Timur dibandingkan acara di AS, serta menganggarkan waktu persiapan dan biaya tambahan jika perjalanan ke Amerika tidak bisa dihindari. Analisis ini merekomendasikan perusahaan untuk menegosiasikan kontrak tarif fleksibel dan memantau sesi dialog perjalanan dan teknologi AS-India yang akan datang, di mana kebijakan visa diperkirakan akan menjadi topik utama.
Target Departemen Perdagangan AS untuk mencapai 90 juta kedatangan internasional pada 2027 semakin sulit tercapai karena kehilangan segmen sensitif harga seperti keluarga dan pemilik usaha kecil dari India – yang selama ini menjadi salah satu kelompok pengunjung dengan pengeluaran tertinggi. Pada 2024, kedatangan wisatawan India ke AS sudah turun 12 persen dibanding tahun sebelumnya; data pemesanan awal maskapai untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan penurunan tambahan sebesar 8 persen.
Sebaliknya, pemesanan ke Shanghai dan Beijing dari Delhi dan Bengaluru meningkat 32 persen untuk musim semi 2026, didukung oleh kerja sama codeshare baru antara China Eastern dan Air India serta persepsi bahwa China menawarkan proses masuk yang lebih mudah. Agen perjalanan yang disurvei menyebutkan kebijakan pengembalian dana yang fleksibel dan layanan dompet digital terintegrasi seperti aplikasi ‘Nihao China’ dari UnionPay juga menambah daya tarik.
Bagi pemasar destinasi, laporan ini menjadi peringatan: kecuali AS mengembalikan program pembebasan wawancara dan menyederhanakan biaya, negara ini bisa kehilangan pangsa pasar secara permanen di pasar yang diperkirakan menghasilkan 50 juta perjalanan keluar pada 2030. Perusahaan India yang memiliki hubungan bisnis dengan AS mungkin menghadapi tarif penerbangan lebih tinggi karena maskapai mengalihkan kapasitas ke rute Asia yang tumbuh lebih cepat.
Manajer perjalanan sebaiknya mengantisipasi preferensi karyawan untuk menghadiri konferensi di Asia Timur dibandingkan acara di AS, serta menganggarkan waktu persiapan dan biaya tambahan jika perjalanan ke Amerika tidak bisa dihindari. Analisis ini merekomendasikan perusahaan untuk menegosiasikan kontrak tarif fleksibel dan memantau sesi dialog perjalanan dan teknologi AS-India yang akan datang, di mana kebijakan visa diperkirakan akan menjadi topik utama.
Sumber: Travel & Tour World
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Kedutaan Besar AS di India Keluarkan Peringatan Penipuan: ‘Tidak Ada Agen yang Bisa Menjamin Visa AS’
India tandai pembatalan massal wawancara visa H-1B yang sudah dijadwalkan; Kementerian Luar Negeri mulai dorongan diplomatik dengan Washington