
Imigrasi kembali menjadi sorotan utama dalam proses anggaran Prancis pada 10 Januari 2026, ketika anggota parlemen National Rally, Michel Guiniot, mengajukan amandemen terpisah yang mengusulkan pemotongan besar pada program integrasi dan suaka.
• Amandemen 002343 akan mengurangi anggaran ‘Integrasi Pendatang Baru Asing’ sebesar €19,45 juta, atau pemotongan 20% yang menurut pendukungnya mencerminkan rendahnya partisipasi dalam pelatihan kontrak integrasi.
• Amandemen 002339 menargetkan Office Français de Protection des Réfugiés et Apatrides (OFPRA), dengan memangkas €10,9 juta dari dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan Pakta Migrasi Uni Eropa.
Guiniot berargumen bahwa Prancis ‘mendanai faktor tarik migrasi sendiri’ dan seharusnya mengalihkan dana tersebut ke penegakan perbatasan. LSM dan kelompok bisnis bereaksi keras, memperingatkan bahwa layanan integrasi yang kekurangan dana akan memperpanjang waktu pemrosesan izin kerja dan memperlambat masuknya tenaga kerja bagi tanggungan dan pengungsi—yang pada akhirnya merugikan pengusaha yang bergantung pada aliran tenaga kerja migran legal yang stabil.
Amandemen ini akan diputuskan dalam pemungutan suara pada sidang pleno maraton RUU keuangan yang akan datang. Meski ditolak, amandemen ini menyoroti tantangan politik yang dihadapi infrastruktur integrasi Prancis di saat persyaratan tes kewarganegaraan dan bahasa baru sudah membebani kantor prefektur.
Manajer mobilitas korporat disarankan untuk memantau perdebatan ini: setiap pengurangan dana OFPRA atau integrasi bisa memperpanjang wawancara suaka, menunda izin kerja bagi pengungsi yang diakui, dan memperparah kemacetan di kantor prefektur secara menyeluruh.
• Amandemen 002343 akan mengurangi anggaran ‘Integrasi Pendatang Baru Asing’ sebesar €19,45 juta, atau pemotongan 20% yang menurut pendukungnya mencerminkan rendahnya partisipasi dalam pelatihan kontrak integrasi.
• Amandemen 002339 menargetkan Office Français de Protection des Réfugiés et Apatrides (OFPRA), dengan memangkas €10,9 juta dari dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan Pakta Migrasi Uni Eropa.
Guiniot berargumen bahwa Prancis ‘mendanai faktor tarik migrasi sendiri’ dan seharusnya mengalihkan dana tersebut ke penegakan perbatasan. LSM dan kelompok bisnis bereaksi keras, memperingatkan bahwa layanan integrasi yang kekurangan dana akan memperpanjang waktu pemrosesan izin kerja dan memperlambat masuknya tenaga kerja bagi tanggungan dan pengungsi—yang pada akhirnya merugikan pengusaha yang bergantung pada aliran tenaga kerja migran legal yang stabil.
Amandemen ini akan diputuskan dalam pemungutan suara pada sidang pleno maraton RUU keuangan yang akan datang. Meski ditolak, amandemen ini menyoroti tantangan politik yang dihadapi infrastruktur integrasi Prancis di saat persyaratan tes kewarganegaraan dan bahasa baru sudah membebani kantor prefektur.
Manajer mobilitas korporat disarankan untuk memantau perdebatan ini: setiap pengurangan dana OFPRA atau integrasi bisa memperpanjang wawancara suaka, menunda izin kerja bagi pengungsi yang diakui, dan memperparah kemacetan di kantor prefektur secara menyeluruh.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Perancis.Lebih Banyak Dari Perancis
Lihat semua
Eurostar Waspadai Keterlambatan dan Pembatalan Akibat Masalah Teknis di Stasiun Paris Gare du Nord (11 Januari 2026)
Sistem Masuk/Keluar UE Capai Batas Waktu Hari ke-90: Pengambilan Data Biometrik Kini Wajib di 50% Perbatasan Eksternal Prancis