
Otoritas Federal Uni Emirat Arab untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai, dan Keamanan Pelabuhan (ICP) mengumumkan pada 3 Februari 2026 bahwa mereka akan membuka Pusat Penerbitan Visa Elektronik layanan penuh di Beirut “dalam beberapa minggu ke depan”. Fasilitas ini—yang akan dioperasikan oleh pejabat UAE—memungkinkan warga Lebanon dan penduduk lain yang lebih mudah mencapai Beirut daripada kedutaan UAE untuk menyelesaikan biometrik, pemeriksaan dokumen, dan wawancara dalam satu kunjungan. Paspor akan dikirim kembali melalui kurir dengan visa yang sudah ditempel, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk perjalanan berulang atau prosedur saat kedatangan.
Meski UAE sudah mengoperasikan 18 pos verifikasi dokumen di seluruh dunia, pusat di Beirut ini adalah yang pertama yang terhubung langsung dengan platform e-visa end-to-end ICP. Sebagian besar visa wisata, perawatan medis, studi, dan kerja diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu 48–72 jam. Mayor Jenderal Suhail Saeed Al Khaili menyatakan pusat ini adalah pilot untuk pusat serupa di Kairo, Manila, dan Lagos pada 2027, mendukung target UAE untuk mencapai 40 juta pengunjung tahunan pada 2030.
Bagi tim perekrutan bakat dan mobilitas proyek, pusat baru ini berarti percepatan mobilisasi tenaga kerja Lebanon—yang selama ini menjadi sumber keterampilan penting untuk sektor konstruksi, kesehatan, dan teknologi di Teluk. Perusahaan yang sebelumnya harus menerbangkan kandidat ke Dubai hanya untuk biometrik kini bisa memangkas biaya perjalanan dan waktu tunggu. Agen perjalanan dan penyedia layanan tujuan di Lebanon sedang bersiap menghadapi lonjakan pemesanan ke UAE sebesar 30% setelah pusat ini dibuka.
Langkah ini juga memiliki bobot diplomatik. Pariwisata keluar Lebanon anjlok hingga 45% dari level sebelum COVID akibat krisis ekonomi; menyediakan jalur visa yang mudah dipandang sebagai langkah goodwill yang dapat menghidupkan kembali perjalanan dan pengeluaran kelas menengah di Dubai dan Abu Dhabi. Maskapai seperti Emirates dan MEA sedang meninjau kapasitas penerbangan rute Beirut–Dubai menjelang puncak musim panas.
Secara praktis, pemohon akan menjadwalkan janji melalui situs ICP, membayar biaya secara online, dan menyelesaikan biometrik di lokasi. Pusat ini juga akan mampu mengeluarkan nomor ID Emirates untuk izin tinggal jangka panjang, sehingga ekspatriat bisa tiba dengan ID yang sudah aktif—sebuah terobosan dalam proses imigrasi UAE.
Meski UAE sudah mengoperasikan 18 pos verifikasi dokumen di seluruh dunia, pusat di Beirut ini adalah yang pertama yang terhubung langsung dengan platform e-visa end-to-end ICP. Sebagian besar visa wisata, perawatan medis, studi, dan kerja diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu 48–72 jam. Mayor Jenderal Suhail Saeed Al Khaili menyatakan pusat ini adalah pilot untuk pusat serupa di Kairo, Manila, dan Lagos pada 2027, mendukung target UAE untuk mencapai 40 juta pengunjung tahunan pada 2030.
Bagi tim perekrutan bakat dan mobilitas proyek, pusat baru ini berarti percepatan mobilisasi tenaga kerja Lebanon—yang selama ini menjadi sumber keterampilan penting untuk sektor konstruksi, kesehatan, dan teknologi di Teluk. Perusahaan yang sebelumnya harus menerbangkan kandidat ke Dubai hanya untuk biometrik kini bisa memangkas biaya perjalanan dan waktu tunggu. Agen perjalanan dan penyedia layanan tujuan di Lebanon sedang bersiap menghadapi lonjakan pemesanan ke UAE sebesar 30% setelah pusat ini dibuka.
Langkah ini juga memiliki bobot diplomatik. Pariwisata keluar Lebanon anjlok hingga 45% dari level sebelum COVID akibat krisis ekonomi; menyediakan jalur visa yang mudah dipandang sebagai langkah goodwill yang dapat menghidupkan kembali perjalanan dan pengeluaran kelas menengah di Dubai dan Abu Dhabi. Maskapai seperti Emirates dan MEA sedang meninjau kapasitas penerbangan rute Beirut–Dubai menjelang puncak musim panas.
Secara praktis, pemohon akan menjadwalkan janji melalui situs ICP, membayar biaya secara online, dan menyelesaikan biometrik di lokasi. Pusat ini juga akan mampu mengeluarkan nomor ID Emirates untuk izin tinggal jangka panjang, sehingga ekspatriat bisa tiba dengan ID yang sudah aktif—sebuah terobosan dalam proses imigrasi UAE.
Sumber: Khaleej Times
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Roadshow Program Investor EB-5 AS Dimulai di UAE Menjelang Kenaikan Batas Minimum
Dubai Amankan Kesepakatan dengan Boring Company untuk Bangun Jaringan Terowongan Kecepatan Tinggi ‘Dubai Loop’