
Para komuter di Abu Dhabi, Dubai, dan Emirat Utara terbangun pada 10 Februari dengan jarak pandang hampir nol setelah Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mengeluarkan peringatan langka berwarna merah dan kuning dari pukul 03:20 hingga 09:00. Pengendara menerima peringatan lewat SMS sementara polisi menurunkan batas kecepatan di jalan tol utama menjadi 80 km/jam, dan Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai menampilkan pesan keselamatan di papan tanda pinggir jalan.
Di dua pusat tersibuk negara — Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi — pengendali lalu lintas udara mengaktifkan prosedur jarak pandang rendah, dengan menambah jarak antar kedatangan dan keberangkatan. Meskipun tidak ada pembatalan penerbangan secara langsung, maskapai memperingatkan penumpang tentang kemungkinan keterlambatan berantai dan menganjurkan check-in lebih awal. Perusahaan logistik juga menjadwal ulang pengiriman darat yang sensitif waktu, sementara otoritas pelabuhan di Jebel Ali dan Khalifa memantau perkiraan gelombang jika kabut bertahan hingga malam.
Bagi perencana perjalanan bisnis, kejadian ini menjadi pengingat penting untuk menambah waktu cadangan selama musim kabut musim dingin di UAE, yang biasanya puncaknya antara Desember dan Februari. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan memesan tiket fleksibel dan menambahkan waktu buffer untuk koneksi lanjutan, terutama untuk perjalanan sehari regional di mana kehilangan pertemuan bisa berakibat mahal. Penduduk ekspatriat yang mengendarai mobil sewaan disarankan memastikan polis asuransi mencakup insiden terkait cuaca, karena perusahaan asuransi sering meminta bukti bahwa peringatan batas kecepatan telah dipatuhi.
Meski suhu tetap nyaman antara 18-29 °C, para peramal cuaca memprediksi kelembapan malam hari dan kabut bercak akan berlanjut hingga pertengahan minggu. NCM menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru melalui aplikasi seluler dan saluran media sosial; pengendara dan penumpang udara diimbau tetap waspada terhadap peringatan selanjutnya.
Di dua pusat tersibuk negara — Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi — pengendali lalu lintas udara mengaktifkan prosedur jarak pandang rendah, dengan menambah jarak antar kedatangan dan keberangkatan. Meskipun tidak ada pembatalan penerbangan secara langsung, maskapai memperingatkan penumpang tentang kemungkinan keterlambatan berantai dan menganjurkan check-in lebih awal. Perusahaan logistik juga menjadwal ulang pengiriman darat yang sensitif waktu, sementara otoritas pelabuhan di Jebel Ali dan Khalifa memantau perkiraan gelombang jika kabut bertahan hingga malam.
Bagi perencana perjalanan bisnis, kejadian ini menjadi pengingat penting untuk menambah waktu cadangan selama musim kabut musim dingin di UAE, yang biasanya puncaknya antara Desember dan Februari. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan memesan tiket fleksibel dan menambahkan waktu buffer untuk koneksi lanjutan, terutama untuk perjalanan sehari regional di mana kehilangan pertemuan bisa berakibat mahal. Penduduk ekspatriat yang mengendarai mobil sewaan disarankan memastikan polis asuransi mencakup insiden terkait cuaca, karena perusahaan asuransi sering meminta bukti bahwa peringatan batas kecepatan telah dipatuhi.
Meski suhu tetap nyaman antara 18-29 °C, para peramal cuaca memprediksi kelembapan malam hari dan kabut bercak akan berlanjut hingga pertengahan minggu. NCM menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru melalui aplikasi seluler dan saluran media sosial; pengendara dan penumpang udara diimbau tetap waspada terhadap peringatan selanjutnya.
Sumber: The Times of India
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
UAE Tetapkan Denda Keterlambatan Visa Rp 50 per Hari dan Luncurkan Opsi Pembayaran Online yang Lebih Mudah
Dubai akan memperbolehkan perdagangan sekunder saham properti yang telah ditokenisasi, membuka peluang baru bagi investor ekspatriat