
Kelompok kerja antar departemen Hong Kong untuk pengaturan liburan telah menandai dimulainya periode perjalanan liburan tersibuk di kota ini sejak pandemi. Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada 12 Februari, Departemen Imigrasi (ImmD) memprediksi bahwa 11,38 juta penumpang akan melewati pos pemeriksaan darat, laut, dan udara antara 14 hingga 23 Februari, meningkat 16 persen dibanding tahun lalu. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 9,52 juta masuk dan keluar melalui pos pemeriksaan perbatasan darat kota dengan Shenzhen, dengan Lo Wu (200.000 per hari), Lok Ma Chau Spur Line (187.000), dan Shenzhen Bay (156.000) sebagai yang teratas.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, ImmD telah membekukan cuti staf garis depan, membuka loket tambahan, menyiagakan “pop-up” e-Channel sementara, serta memperkuat staf pengelola kerumunan. Pusat komando gabungan bersama polisi, bea cukai, dan MTR Corp akan beroperasi di Lo Wu, sementara data kemacetan real-time akan disalurkan ke situs web dan aplikasi Easy Boundary agar pelaku bisnis dapat mengubah rute secara cepat. Pihak berwenang juga mengingatkan eksekutif yang keluar kota untuk memeriksa masa berlaku Surat Izin Kunjungan Rumah dan memastikan membawa dokumen perjalanan pengganti jika kartu identitas Hong Kong mereka dilaporkan hilang.
Lonjakan ini menjadi indikator pemulihan ekonomi wilayah tersebut. Dengan perbatasan China yang sepenuhnya dibuka kembali dan pameran dagang besar seperti Hong Kong Electronics Spring Expo yang kembali digelar secara langsung, perusahaan-perusahaan mempercepat kedatangan tim penjualan daratan utama dan delegasi luar negeri. Penyedia logistik menambah slot truk lintas batas dan gudang di dekat Lok Ma Chau untuk mengatasi pengiriman tepat waktu.
Dari sudut pandang manajemen risiko, pengelola mobilitas harus bersiap menghadapi potensi keterlambatan hingga dua jam pada puncak waktu tanggal 14 dan 22 Februari. Perusahaan-perusahaan mengatur jadwal perjalanan secara bergiliran, memesan bus antar-jemput di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau sebelumnya, dan menyarankan staf menggunakan e-Channel jika memenuhi syarat. Kemampuan pemerintah dalam menjaga antrean tetap singkat akan menjadi sorotan utama bagi perusahaan multinasional yang menilai daya saing Hong Kong sebagai pusat regional.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, ImmD telah membekukan cuti staf garis depan, membuka loket tambahan, menyiagakan “pop-up” e-Channel sementara, serta memperkuat staf pengelola kerumunan. Pusat komando gabungan bersama polisi, bea cukai, dan MTR Corp akan beroperasi di Lo Wu, sementara data kemacetan real-time akan disalurkan ke situs web dan aplikasi Easy Boundary agar pelaku bisnis dapat mengubah rute secara cepat. Pihak berwenang juga mengingatkan eksekutif yang keluar kota untuk memeriksa masa berlaku Surat Izin Kunjungan Rumah dan memastikan membawa dokumen perjalanan pengganti jika kartu identitas Hong Kong mereka dilaporkan hilang.
Lonjakan ini menjadi indikator pemulihan ekonomi wilayah tersebut. Dengan perbatasan China yang sepenuhnya dibuka kembali dan pameran dagang besar seperti Hong Kong Electronics Spring Expo yang kembali digelar secara langsung, perusahaan-perusahaan mempercepat kedatangan tim penjualan daratan utama dan delegasi luar negeri. Penyedia logistik menambah slot truk lintas batas dan gudang di dekat Lok Ma Chau untuk mengatasi pengiriman tepat waktu.
Dari sudut pandang manajemen risiko, pengelola mobilitas harus bersiap menghadapi potensi keterlambatan hingga dua jam pada puncak waktu tanggal 14 dan 22 Februari. Perusahaan-perusahaan mengatur jadwal perjalanan secara bergiliran, memesan bus antar-jemput di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau sebelumnya, dan menyarankan staf menggunakan e-Channel jika memenuhi syarat. Kemampuan pemerintah dalam menjaga antrean tetap singkat akan menjadi sorotan utama bagi perusahaan multinasional yang menilai daya saing Hong Kong sebagai pusat regional.
Sumber: GovHK Press Release