
Pada 14 Februari, penyiar publik Finlandia, Yle, melaporkan bahwa serangkaian revisi pada skema bantuan sosial dasar Kela mulai berlaku bulan ini, dengan pemotongan lebih lanjut yang akan diterapkan pada 1 Maret. Perubahan ini memudahkan lembaga manfaat untuk mengurangi pembayaran—dan memberlakukan kewajiban baru bagi penduduk asing yang masih dalam tahap awal proses integrasi mereka.
Berdasarkan aturan yang mulai berlaku pada 1 Februari, pemohon harus membuktikan bahwa mereka telah mengajukan semua manfaat utama lainnya terlebih dahulu (tunjangan pengangguran, bantuan pelajar, dukungan perumahan, tunjangan cuti orang tua, pensiun, tunjangan sakit, dan lain-lain). Kegagalan melakukannya kini dapat memicu pemotongan langsung sebesar 50% dari bantuan sosial dasar. Mulai Maret, komponen dasar standar dari bantuan sosial akan turun sebesar 2–3%, dan pengabaian penghasilan sebesar EUR 150 yang sudah lama berlaku akan dihapus untuk sebagian besar penerima.
Imigran secara eksplisit menjadi sasaran dalam rezim kepatuhan ini: jika pendatang baru gagal mengikuti persyaratan rencana integrasi resmi—seperti mengikuti kursus bahasa atau layanan pekerjaan yang dijadwalkan—Kela dapat mengurangi bantuan sebesar 20% atau 40%. Pencari kerja yang menolak pekerjaan yang wajar atau mengabaikan kuota pencarian kerja aktif menghadapi sanksi serupa, sementara mereka yang berusia di bawah 25 tahun tanpa kualifikasi pasca-sekolah menengah harus mendaftar program pendidikan atau berisiko dipotong bantuannya.
Bagi pengusaha dan manajer relokasi, aturan yang lebih ketat ini memiliki dua implikasi langsung. Pertama, karyawan baru yang pindah ke Finlandia dengan kontrak lokal akan membutuhkan nasihat anggaran yang lebih jelas sejak awal, karena manfaat jaring pengaman sosial akan menjadi lebih sedikit dan lebih sulit diakses. Kedua, kemajuan yang dapat dibuktikan dalam jalur integrasi (belajar bahasa, partisipasi pasar kerja) akan menjadi semakin penting untuk mempertahankan hak tinggal dan stabilitas sosial di antara staf asing.
Dalam jangka panjang, analis kebijakan melihat reformasi ini sebagai bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk menyelaraskan jalur izin tinggal permanen dan kewarganegaraan dengan kontribusi ekonomi dan penguasaan bahasa. Dikombinasikan dengan persyaratan tinggal yang baru diperpanjang oleh Migri (enam tahun) untuk izin permanen, pesan yang disampaikan kepada calon imigran sangat jelas: keterikatan pada pasar kerja dan hasil integrasi akan semakin menentukan status jangka panjang di Finlandia.
Berdasarkan aturan yang mulai berlaku pada 1 Februari, pemohon harus membuktikan bahwa mereka telah mengajukan semua manfaat utama lainnya terlebih dahulu (tunjangan pengangguran, bantuan pelajar, dukungan perumahan, tunjangan cuti orang tua, pensiun, tunjangan sakit, dan lain-lain). Kegagalan melakukannya kini dapat memicu pemotongan langsung sebesar 50% dari bantuan sosial dasar. Mulai Maret, komponen dasar standar dari bantuan sosial akan turun sebesar 2–3%, dan pengabaian penghasilan sebesar EUR 150 yang sudah lama berlaku akan dihapus untuk sebagian besar penerima.
Imigran secara eksplisit menjadi sasaran dalam rezim kepatuhan ini: jika pendatang baru gagal mengikuti persyaratan rencana integrasi resmi—seperti mengikuti kursus bahasa atau layanan pekerjaan yang dijadwalkan—Kela dapat mengurangi bantuan sebesar 20% atau 40%. Pencari kerja yang menolak pekerjaan yang wajar atau mengabaikan kuota pencarian kerja aktif menghadapi sanksi serupa, sementara mereka yang berusia di bawah 25 tahun tanpa kualifikasi pasca-sekolah menengah harus mendaftar program pendidikan atau berisiko dipotong bantuannya.
Bagi pengusaha dan manajer relokasi, aturan yang lebih ketat ini memiliki dua implikasi langsung. Pertama, karyawan baru yang pindah ke Finlandia dengan kontrak lokal akan membutuhkan nasihat anggaran yang lebih jelas sejak awal, karena manfaat jaring pengaman sosial akan menjadi lebih sedikit dan lebih sulit diakses. Kedua, kemajuan yang dapat dibuktikan dalam jalur integrasi (belajar bahasa, partisipasi pasar kerja) akan menjadi semakin penting untuk mempertahankan hak tinggal dan stabilitas sosial di antara staf asing.
Dalam jangka panjang, analis kebijakan melihat reformasi ini sebagai bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk menyelaraskan jalur izin tinggal permanen dan kewarganegaraan dengan kontribusi ekonomi dan penguasaan bahasa. Dikombinasikan dengan persyaratan tinggal yang baru diperpanjang oleh Migri (enam tahun) untuk izin permanen, pesan yang disampaikan kepada calon imigran sangat jelas: keterikatan pada pasar kerja dan hasil integrasi akan semakin menentukan status jangka panjang di Finlandia.
Sumber: Yle Selkouutiset
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Finlandia.Lebih Banyak Dari Finlandia
Lihat semua
Finland Kirim Menteri Kerjasama Nordik ke Greenland Jelang Pembicaraan tentang Mobilitas Tenaga Kerja yang Lebih Bebas
Keluar Foodora dari Finlandia Membatasi Pilihan Pekerjaan Gig bagi Penduduk Asing