
Diskusi hangat di forum r/Brazil pada 15 Maret mengungkap ketidakpastian yang dialami banyak wisatawan asing terkait aturan jarang dipublikasikan di Brasil, yang mewajibkan turis membawa bukti tiket perjalanan lanjutan atau pulang. Pengguna forum yang berencana melakukan perjalanan liburan keempat dari Amerika Serikat bertanya apakah imigrasi Brasil akan menolak masuk jika ia tiba dengan tiket sekali jalan dan baru membeli tiket bus ke Paraguay pada hari keberangkatan. Jawaban dari para pelancong yang baru tiba terbagi dua: beberapa melaporkan petugas di gerbang maskapai di AS meminta bukti tiket pulang sebelum boarding, sementara yang lain masuk Brasil lewat Istanbul, Addis Ababa, dan New York tanpa ada pemeriksaan tiket lanjutan.
Secara hukum, Undang-Undang Migrasi Brasil 2017 (Pasal 8, ayat 2) memberi wewenang kepada petugas perbatasan untuk meminta bukti bahwa pengunjung berniat meninggalkan negara dalam masa tinggal 90 hari yang diizinkan. Maskapai juga berisiko denda jika mengangkut penumpang yang tidak memenuhi syarat, sehingga sering menerapkan kebijakan “tanpa tiket lanjutan, tidak boleh boarding.” Namun, penerapan aturan ini tidak konsisten: maskapai seperti Copa dan LATAM lebih sering meminta bukti dibandingkan American Airlines atau TAP, dan Kepolisian Federal di São Paulo (GRU) kadang mengabaikan syarat ini jika pelancong menunjukkan dana dan bukti akomodasi yang cukup.
Bagi manajer mobilitas global, kasus ini mengingatkan bahwa memindahkan staf dengan status turis—umum untuk perjalanan survei atau mencari tempat tinggal—menyimpan risiko kepatuhan tersembunyi. Perusahaan sebaiknya menginstruksikan pelancong untuk memesan setidaknya tiket keluar yang bisa dibatalkan penuh (pesawat atau bus jarak jauh) yang dapat dibatalkan setelah tiba di Brasil. Digital nomad yang menunggu persetujuan VITEM XIV harus ekstra hati-hati: hanya membawa tiket sekali jalan bisa memicu pemeriksaan tambahan dan menunda masuk, sehingga mengganggu jadwal pengambilan data biometrik di Kepolisian Federal.
Konsultan risiko perjalanan juga mencatat bahwa pemegang eVisa dari AS, Kanada, dan Australia harus mengunggah konfirmasi tiket pulang saat mengajukan permohonan online, meski dokumen ini tidak selalu diperiksa ulang di perbatasan. Namun, memberikan itinerary palsu yang kemudian berubah bisa mempersulit perpanjangan visa jika data keluar yang dicatat maskapai tidak sesuai dengan tanggal yang dicetak pelancong di permohonan eVisa berikutnya.
Tips praktis meliputi: membeli tiket dengan opsi pembatalan dalam 24 jam di maskapai AS, membawa konfirmasi tiket bus cetak dari Foz do Iguaçu ke Ciudad del Este (meski tidak digunakan), atau menggunakan layanan pemesanan tiket lanjutan khusus yang memenuhi pemeriksaan sistem maskapai. Pada akhirnya, sampai Kementerian Pariwisata mengeluarkan panduan yang lebih jelas atau menghapus aturan ini, pengunjung dan perusahaan yang mengatur perjalanan harus bersiap menghadapi interpretasi paling ketat.
Secara hukum, Undang-Undang Migrasi Brasil 2017 (Pasal 8, ayat 2) memberi wewenang kepada petugas perbatasan untuk meminta bukti bahwa pengunjung berniat meninggalkan negara dalam masa tinggal 90 hari yang diizinkan. Maskapai juga berisiko denda jika mengangkut penumpang yang tidak memenuhi syarat, sehingga sering menerapkan kebijakan “tanpa tiket lanjutan, tidak boleh boarding.” Namun, penerapan aturan ini tidak konsisten: maskapai seperti Copa dan LATAM lebih sering meminta bukti dibandingkan American Airlines atau TAP, dan Kepolisian Federal di São Paulo (GRU) kadang mengabaikan syarat ini jika pelancong menunjukkan dana dan bukti akomodasi yang cukup.
Bagi manajer mobilitas global, kasus ini mengingatkan bahwa memindahkan staf dengan status turis—umum untuk perjalanan survei atau mencari tempat tinggal—menyimpan risiko kepatuhan tersembunyi. Perusahaan sebaiknya menginstruksikan pelancong untuk memesan setidaknya tiket keluar yang bisa dibatalkan penuh (pesawat atau bus jarak jauh) yang dapat dibatalkan setelah tiba di Brasil. Digital nomad yang menunggu persetujuan VITEM XIV harus ekstra hati-hati: hanya membawa tiket sekali jalan bisa memicu pemeriksaan tambahan dan menunda masuk, sehingga mengganggu jadwal pengambilan data biometrik di Kepolisian Federal.
Konsultan risiko perjalanan juga mencatat bahwa pemegang eVisa dari AS, Kanada, dan Australia harus mengunggah konfirmasi tiket pulang saat mengajukan permohonan online, meski dokumen ini tidak selalu diperiksa ulang di perbatasan. Namun, memberikan itinerary palsu yang kemudian berubah bisa mempersulit perpanjangan visa jika data keluar yang dicatat maskapai tidak sesuai dengan tanggal yang dicetak pelancong di permohonan eVisa berikutnya.
Tips praktis meliputi: membeli tiket dengan opsi pembatalan dalam 24 jam di maskapai AS, membawa konfirmasi tiket bus cetak dari Foz do Iguaçu ke Ciudad del Este (meski tidak digunakan), atau menggunakan layanan pemesanan tiket lanjutan khusus yang memenuhi pemeriksaan sistem maskapai. Pada akhirnya, sampai Kementerian Pariwisata mengeluarkan panduan yang lebih jelas atau menghapus aturan ini, pengunjung dan perusahaan yang mengatur perjalanan harus bersiap menghadapi interpretasi paling ketat.
Sumber: Reddit – r/Brazil thread
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Brasil.Lebih Banyak Dari Brasil
Lihat semua
Penumpang Tujuan Brasil Berebut Cari Rute Alternatif Setelah Qatar Airways Batalkan Penerbangan DOH-GRU
Tidak ada perkembangan signifikan terkait mobilitas global Brasil yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.