
Para pelancong bisnis yang menuju atau transit melalui Hong Kong kini menghadapi salah satu sistem pemeriksaan digital paling ketat di dunia. Perubahan hukum yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026 memberikan wewenang kepada petugas imigrasi, bea cukai, dan kepolisian untuk meminta siapa pun yang diperiksa membuka kunci ponsel, laptop, tablet, dan perangkat elektronik lainnya serta "memberikan bantuan yang wajar" untuk mengakses isi perangkat tersebut. Ketidakpatuhan dapat berakibat pada tindak pidana dengan hukuman penjara hingga enam bulan dan denda maksimal HK$100.000 (sekitar US$12.700). Otoritas baru ini, yang sangat mirip dengan Undang-Undang Administrasi Keluar-Masuk Tiongkok Daratan 2021, berlaku untuk semua kewarganegaraan—termasuk penumpang yang hanya transit di Bandara Internasional Hong Kong. Menurut pejabat, perubahan ini bertujuan untuk "melindungi keamanan nasional" dan memerangi kejahatan lintas batas, namun secara efektif menghapus persyaratan sebelumnya yang mengharuskan petugas mendapatkan surat perintah pengadilan untuk mengakses data terenkripsi. Pengacara industri mencatat bahwa kewajiban ini berlaku bagi siapa saja yang dapat mengakses perangkat, sehingga seorang eksekutif yang membawa laptop perusahaan mungkin harus mengungkapkan kredensial perusahaan atau menghadapi risiko penuntutan. Bagi perusahaan, langkah ini menimbulkan pertanyaan mendesak terkait kepatuhan dan perlindungan data. Perusahaan multinasional sudah mengeluarkan kembali peringatan perjalanan yang mengingatkan staf untuk membawa perangkat bersih, menonaktifkan sinkronisasi cloud otomatis, dan memastikan informasi sensitif disimpan di server jarak jauh yang dilindungi VPN. Beberapa bank kepada South China Morning Post menyatakan sedang meninjau apakah Hong Kong masih dapat berfungsi sebagai pusat transit yang nyaman bagi karyawan yang berpindah antar kantor di Asia-Pasifik. Perusahaan yang tunduk pada regulasi privasi asing yang ketat seperti GDPR Uni Eropa bisa terjebak dalam konflik kewajiban hukum antara melindungi data pelanggan dan mematuhi petugas perbatasan Hong Kong. Langkah mitigasi praktis meliputi bepergian dengan perangkat pinjaman yang hanya berisi data yang diperlukan untuk perjalanan tertentu, menggunakan akun email sementara, dan membatasi jumlah aplikasi yang terpasang. Konsultan keamanan juga menyarankan eksekutif untuk mengaktifkan enkripsi seluruh disk dan mematikan perangkat sebelum tiba, karena petugas berhak melakukan unduhan forensik di lokasi. Namun, peraturan yang diubah secara eksplisit menyatakan bahwa pelancong harus membantu proses dekripsi jika diminta, sehingga enkripsi tidak lagi menjadi pembelaan mutlak. Perkembangan ini menempatkan Hong Kong sejajar dengan yurisdiksi seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, yang semuanya mengizinkan pemeriksaan perangkat di perbatasan, tetapi analis mengatakan hukuman bagi ketidakpatuhan di kota ini kini termasuk yang paling berat di dunia. Bagi perusahaan yang masih menganggap Hong Kong sebagai kantor pusat regional atau pusat talenta, peninjauan ulang kebijakan mobilitas—mulai dari protokol penanganan data hingga asuransi risiko—menjadi prioritas mendesak.
Sumber: Tom’s Hardware (citing BBC)
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Cathay Pacific akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar penumpang sebesar 34% mulai April seiring melonjaknya harga bahan bakar jet
Hong Kong Tingkatkan Peringatan Perjalanan Keluar ke ‘hitam’ untuk Iran dan Israel, Keluarkan Peringatan Amber di Seluruh Wilayah Teluk