
Kementerian Luar Negeri India (MEA) dalam briefing antar-kementerian pada 6 April memaparkan gambaran paling lengkap tentang bagaimana New Delhi menjaga mobilitas warganya di Teluk yang dilanda konflik. Sekretaris Tambahan (Teluk) Aseem R Mahajan menyampaikan kepada wartawan bahwa **730.000 penumpang** telah terbang pulang sejak konflik meletus pada 28 Februari.
Jalur udara utama:
• UAE–India: sekitar 90 penerbangan tidak terjadwal beroperasi setiap hari.
• Arab Saudi & Oman: layanan reguler tetap berjalan, memberikan opsi lanjutan bagi warga India yang berbasis di Kuwait dan Bahrain yang ruang udaranya masih ditutup.
• Qatar: pembukaan parsial memungkinkan 8–10 penerbangan Qatar Airways ke India per hari.
Alternatif darat & laut:
Di wilayah dengan ruang udara tertutup total, misi diplomatik mengangkut warga dengan bus ke Armenia, Azerbaijan, Mesir, atau Yordania sebelum mengatur penerbangan charter kembali ke India. Para pelaut di 16 kapal berbendera India di Teluk Persia memiliki penghubung konsuler khusus untuk pergantian kru.
Fokus pelajar dan ujian:
Sel khusus memantau jadwal ujian papan sehingga tiket masuk ujian, paspor, dan jika perlu, penerbangan evakuasi dapat disesuaikan—penting bagi perusahaan yang mensponsori tanggungan.
Dampak:
Tim mobilitas disarankan memperbarui asuransi dan matriks tanggung jawab: rute melalui negara ketiga dapat memicu kewajiban visa transit (misalnya, batas 90 hari Jordan Pass yang baru) dan berpotensi membatalkan kebijakan perjalanan yang ada. Ruang kendali MEA tetap menjadi saluran eskalasi bagi karyawan yang terjebak.
Jalur udara utama:
• UAE–India: sekitar 90 penerbangan tidak terjadwal beroperasi setiap hari.
• Arab Saudi & Oman: layanan reguler tetap berjalan, memberikan opsi lanjutan bagi warga India yang berbasis di Kuwait dan Bahrain yang ruang udaranya masih ditutup.
• Qatar: pembukaan parsial memungkinkan 8–10 penerbangan Qatar Airways ke India per hari.
Alternatif darat & laut:
Di wilayah dengan ruang udara tertutup total, misi diplomatik mengangkut warga dengan bus ke Armenia, Azerbaijan, Mesir, atau Yordania sebelum mengatur penerbangan charter kembali ke India. Para pelaut di 16 kapal berbendera India di Teluk Persia memiliki penghubung konsuler khusus untuk pergantian kru.
Fokus pelajar dan ujian:
Sel khusus memantau jadwal ujian papan sehingga tiket masuk ujian, paspor, dan jika perlu, penerbangan evakuasi dapat disesuaikan—penting bagi perusahaan yang mensponsori tanggungan.
Dampak:
Tim mobilitas disarankan memperbarui asuransi dan matriks tanggung jawab: rute melalui negara ketiga dapat memicu kewajiban visa transit (misalnya, batas 90 hari Jordan Pass yang baru) dan berpotensi membatalkan kebijakan perjalanan yang ada. Ruang kendali MEA tetap menjadi saluran eskalasi bagi karyawan yang terjebak.
Sumber: The Tribune